Antisipasi penyebaran PMK terus dilakukan di Sukoharjo
Selasa, 31 Mei 2022 20:39 WIB
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan (kanan) bersama Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Sukoharjo Arif Harmanto memberi arahan 30 anggota bhabinkamtibmas terkait PMK di Mako Polres Sukoharjo, Selasa (31/5/2022). ANTARA/HO-Humas Polres Sukoharjo.
Sukoharjo (ANTARA) - Polres Sukoharjo bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat melakukan rapat koordinasi dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah itu.
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dalam acara Pelatihan Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas di Sukoharjo, Selasa, mengatakan rapat koordinasi dengan Disnakkan diikuti 30 personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Sukoharjo.
Mereka diberikan materi mengenai ciri-ciri PMK pada hewan ternak. Bhabinkamtibmas nantinya meneruskan sosialisasi dan edukasi mengenai PMK kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Ia menjelaskan materi yang disampaikan adalah ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK, yakni mulut hewan ternak selalu mengeluarkan air liur berlebihan karena ada luka di bagian mulut dan luka di bagian kuku.
Baca juga: Pasokan daging sapi di pasar tradisional Solo belum terdampak PMK
Rapat koordinasi tersebut, katanya, bentuk kerja sama antara Polres Sukoharjo dan Disnakkan dalam memerangi PMK pada hewan ternak, khususnya di Sukoharjo.
"Di mana atas arahan pimpinan, kepolisian harus ikut serta bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini. Dan jangan sampai ini menjadi masalah yang semakin besar," katanya.
Apalagi, katanya, saat ini sudah menjelang Idul Adha, di mana nanti kebutuhan hewan ternak, khususnya sapi untuk hewan kurban akan meningkat.
"Kami berharap dengan saling bekerja sama antara instansi terkait ini, PMK pada hewan ternak segera dapat ditanggulangi," kata dia.
Baca juga: Seekor sapi terjangkit PMK di Kudus mati
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Sukoharjo Arif Harmanto mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi PMK pada hewan ternak.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak panik, karena kami dan pihak kepolisian akan melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik itu untuk di peternakan maupun lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Sukoharjo," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan hewan ternak, baik sapi maupun kambing, di Sukoharjo terjangkit PMK. Namun, Disnakkan dan kepolisian setempat sudah melakukan antisipasi penularan penyakit itu.
Baca juga: PMI Boyolali lakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan cegah PMK
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dalam acara Pelatihan Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas di Sukoharjo, Selasa, mengatakan rapat koordinasi dengan Disnakkan diikuti 30 personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Sukoharjo.
Mereka diberikan materi mengenai ciri-ciri PMK pada hewan ternak. Bhabinkamtibmas nantinya meneruskan sosialisasi dan edukasi mengenai PMK kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Ia menjelaskan materi yang disampaikan adalah ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK, yakni mulut hewan ternak selalu mengeluarkan air liur berlebihan karena ada luka di bagian mulut dan luka di bagian kuku.
Baca juga: Pasokan daging sapi di pasar tradisional Solo belum terdampak PMK
Rapat koordinasi tersebut, katanya, bentuk kerja sama antara Polres Sukoharjo dan Disnakkan dalam memerangi PMK pada hewan ternak, khususnya di Sukoharjo.
"Di mana atas arahan pimpinan, kepolisian harus ikut serta bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini. Dan jangan sampai ini menjadi masalah yang semakin besar," katanya.
Apalagi, katanya, saat ini sudah menjelang Idul Adha, di mana nanti kebutuhan hewan ternak, khususnya sapi untuk hewan kurban akan meningkat.
"Kami berharap dengan saling bekerja sama antara instansi terkait ini, PMK pada hewan ternak segera dapat ditanggulangi," kata dia.
Baca juga: Seekor sapi terjangkit PMK di Kudus mati
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Sukoharjo Arif Harmanto mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi PMK pada hewan ternak.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak panik, karena kami dan pihak kepolisian akan melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik itu untuk di peternakan maupun lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Sukoharjo," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan hewan ternak, baik sapi maupun kambing, di Sukoharjo terjangkit PMK. Namun, Disnakkan dan kepolisian setempat sudah melakukan antisipasi penularan penyakit itu.
Baca juga: PMI Boyolali lakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan cegah PMK
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anak tukang bakso dari Sukoharjo ciptakan teknologi pemupukan untuk petani Indonesia
19 November 2025 17:26 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta gelar monev Program JKN bersama pemangku kepentingan
10 November 2025 10:12 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta gandeng Kejari Sukoharjo lanjutkan kerja sama program JKN
31 October 2025 19:00 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB