Bupati Batang akan naikkan insentif ketua RT/RW lima kali lipat
Jumat, 13 Mei 2022 21:04 WIB
Bupati Batang bersama perwakilan Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang berfoto bersama pada acara halalbihalal di Batang, Jumat (13/5/2022), (ANTARA/HO-Humas Batang)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap menaikkan insentif ketua rukun tetangga/ rukun warga sebesar Rp1 juta per bulan dari sebelumnya Rp150 ribu/ bulan.
Bupati Batang Wihaji di Batang, Jumat, mengatakan bahwa penambahan pemberian insentif ketua rukun tetangga/rukun warga ini karena mereka memiliki peran sebagai pelayan masyarakat agar tetap "guyub rukun".
"Pemberian insentif untuk ketua RT/RW tersebut sudah sepantasnya diwujudkan karena peran mereka yang ikhlas sebagai pelayan pada masyarakat," katanya.
Bupati Wihaji pada acara halalbihalal bersama Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang mengatakan bahwa pemberian insentif juga bertujuan untuk memotivasi semangat dalam bekerja dan meningkatkan performa masing-masing para ketua RT/RW.
Politikus Partai Golkar ini mengatakan rencana kenaikan insentif ketua RT/RW masih dalam rumusan karena harus melihat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.
"Kami berharap para ketua RT/RW bersabar karena entah kapan waktunya kenaikan insentif bisa dilaksanakan. Namun, kami berusaha akan mengupayakan mereka mendapat tambahan insentif," katanya.
Bupati Wihaji yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 22 Mei 2022 itu mengatakan selain melalui APBD, pihaknya juga akan mencarikan jalan keluar tambahan insentif dengan menggunakan dana tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.
"Semangatnya, yaitu kami ingin memberikan perlindungan kepada pekerja rentan sehingga ketika bekerja ada kecelakaan hingga berakibat kematian ada harapan dapat santunan," katanya.***3***
Bupati Batang Wihaji di Batang, Jumat, mengatakan bahwa penambahan pemberian insentif ketua rukun tetangga/rukun warga ini karena mereka memiliki peran sebagai pelayan masyarakat agar tetap "guyub rukun".
"Pemberian insentif untuk ketua RT/RW tersebut sudah sepantasnya diwujudkan karena peran mereka yang ikhlas sebagai pelayan pada masyarakat," katanya.
Bupati Wihaji pada acara halalbihalal bersama Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang mengatakan bahwa pemberian insentif juga bertujuan untuk memotivasi semangat dalam bekerja dan meningkatkan performa masing-masing para ketua RT/RW.
Politikus Partai Golkar ini mengatakan rencana kenaikan insentif ketua RT/RW masih dalam rumusan karena harus melihat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.
"Kami berharap para ketua RT/RW bersabar karena entah kapan waktunya kenaikan insentif bisa dilaksanakan. Namun, kami berusaha akan mengupayakan mereka mendapat tambahan insentif," katanya.
Bupati Wihaji yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 22 Mei 2022 itu mengatakan selain melalui APBD, pihaknya juga akan mencarikan jalan keluar tambahan insentif dengan menggunakan dana tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.
"Semangatnya, yaitu kami ingin memberikan perlindungan kepada pekerja rentan sehingga ketika bekerja ada kecelakaan hingga berakibat kematian ada harapan dapat santunan," katanya.***3***
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang intensifkan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban cegah PMK
25 May 2026 20:47 WIB
Pemkab Batang percepat pembangunan penerangan jalan umum melalui kerja sama PBU
19 May 2026 21:37 WIB
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB