Eijkman: Vaksinasi dorong pasien cepat sembuh dari COVID-19
Senin, 26 Juli 2021 19:08 WIB
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Soebandrio. ANTARA/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional/pri.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan jika terinfeksi COVID-19, seseorang yang sudah menerima vaksin akan memiliki peluang yang lebih besar untuk cepat sembuh dibandingkan dengan yang tidak menjalani vaksinasi.
"Walaupun bisa terinfeksi lagi tapi sebagian besar infeksinya tidak berat dan cepat sembuh itu manfaat dari vaksin juga," kata dia saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menuturkan urgensi penggunaan vaksin COVID-19 karena memberikan sejumlah manfaat, di antaranya melindungi diri dari infeksi COVID-19 karena jika sudah memiliki antibodi maka diharapkan tidak terjadi infeksi meski terpapar virus.
Namun, jika tetap terinfeksi COVID-19 meski sudah mendapat vaksin COVID-19, maka gejala klinis yang diderita tidak menjadi berat sehingga bisa mencegah morbiditas.
Manfaat lain adalah jika morbiditas atau kesakitan yang berat bisa dicegah, maka dapat mencegah kematian.
"Tentu kalau morbiditas bisa dicegah tidak berat tentu kita bisa mencegah mortalitas atau kematian," tutur Amin.
Selanjutnya, diharapkan orang yang sudah divaksinasi tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain sehingga bisa memutuskan rantai penularan.
Dengan periode penyembuhan yang lebih cepat pada orang yang sudah divaksinasi, maka periode menularkan COVID-19 ke orang lain juga akan semakin kecil.
Oleh karena itu, penting untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam rangka mengurangi angka kesakitan dan kematian serta menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).
"Walaupun bisa terinfeksi lagi tapi sebagian besar infeksinya tidak berat dan cepat sembuh itu manfaat dari vaksin juga," kata dia saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menuturkan urgensi penggunaan vaksin COVID-19 karena memberikan sejumlah manfaat, di antaranya melindungi diri dari infeksi COVID-19 karena jika sudah memiliki antibodi maka diharapkan tidak terjadi infeksi meski terpapar virus.
Namun, jika tetap terinfeksi COVID-19 meski sudah mendapat vaksin COVID-19, maka gejala klinis yang diderita tidak menjadi berat sehingga bisa mencegah morbiditas.
Manfaat lain adalah jika morbiditas atau kesakitan yang berat bisa dicegah, maka dapat mencegah kematian.
"Tentu kalau morbiditas bisa dicegah tidak berat tentu kita bisa mencegah mortalitas atau kematian," tutur Amin.
Selanjutnya, diharapkan orang yang sudah divaksinasi tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain sehingga bisa memutuskan rantai penularan.
Dengan periode penyembuhan yang lebih cepat pada orang yang sudah divaksinasi, maka periode menularkan COVID-19 ke orang lain juga akan semakin kecil.
Oleh karena itu, penting untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam rangka mengurangi angka kesakitan dan kematian serta menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus COVID-19 ditemukan di Batang, pemkab imbau warga terapkan protokol kesehatan
24 December 2023 14:44 WIB, 2023
Wali Kota Semarang minta perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan
22 December 2023 8:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB