Psikolog: Hari anak momentum ajak anak gemar membaca
Sabtu, 24 Juli 2021 5:10 WIB
Psikolog Ketty Murtini. ANTARA/HO-Dok. pribadi
Purwokerto (ANTARA) - Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto Ketty Murtini mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengajak anak gemar membaca.
"Untuk mengantisipasi ancaman learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa akibat pandemi COVID-19 maka orang tua perlu menggerakkan anak untuk gemar membaca," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Dia mengatakan, orang tua bisa rutin membacakan buku pada anak mereka agar sang buah hati makin gemar membaca.
Baca juga: Empat hal wajib yang dilakukan orang tua agar anak tetap ceria
Baca juga: HAN diharapkan jadi momentum penyelamatan anak dari COVID-19
"Orang tua bisa membacakan buku bacaan untuk anak mereka sehingga dapat membiasakan dan mendorong anak untuk makin suka membaca," katanya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan membaca sangat baik untuk pembentukan karakter dan tumbuh kembang seorang anak.
"Dengan rutin membaca maka semua ilmu bisa dipahami dan dipelajari, anak juga jadi menghabiskan waktu dengan kegiatan yang positif, membaca juga dapat dilakukan di mana saja sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi anak pada masa pandemi COVID-19," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa upaya menumbuhkan minat baca sebaiknya memang dimulai sejak usia dini dan terus dikuatkan hingga bertambah usia.
"Ini juga sejalan dengan program literasi yang sedang menjadi tren. Apalagi bahan bacaan sekarang sangat mudah didapat," katanya.
Selain itu dia juga menambahkan bahwa kegiatan membaca dapat makin mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak.
"Dengan membacakan buku untuk anak yang belum bisa membaca, maka orang tua dapat membangun relasi yang intim dengan anak mereka," katanya.
Pada saat anak semakin bertambah dewasa, kata dia, level bahan bacaan juga bisa ditingkatkan. Bahkan, anak bisa diminta untuk menceritakan kembali dan membuat rangkuman dari apa yang telah dibaca.
"Dengan demikian maka interaksi dan relasi di dalam keluarga juga akan terus menguat dan makin intensif, ini sangat diperlukan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini," katanya.
Baca juga: Reisa: Kondisi 80 juta lebih anak Indonesia tidak sedang baik-baik saja
Baca juga: Presiden: Anak-anak harus terus bergembira
"Untuk mengantisipasi ancaman learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa akibat pandemi COVID-19 maka orang tua perlu menggerakkan anak untuk gemar membaca," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Dia mengatakan, orang tua bisa rutin membacakan buku pada anak mereka agar sang buah hati makin gemar membaca.
Baca juga: Empat hal wajib yang dilakukan orang tua agar anak tetap ceria
Baca juga: HAN diharapkan jadi momentum penyelamatan anak dari COVID-19
"Orang tua bisa membacakan buku bacaan untuk anak mereka sehingga dapat membiasakan dan mendorong anak untuk makin suka membaca," katanya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan membaca sangat baik untuk pembentukan karakter dan tumbuh kembang seorang anak.
"Dengan rutin membaca maka semua ilmu bisa dipahami dan dipelajari, anak juga jadi menghabiskan waktu dengan kegiatan yang positif, membaca juga dapat dilakukan di mana saja sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi anak pada masa pandemi COVID-19," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa upaya menumbuhkan minat baca sebaiknya memang dimulai sejak usia dini dan terus dikuatkan hingga bertambah usia.
"Ini juga sejalan dengan program literasi yang sedang menjadi tren. Apalagi bahan bacaan sekarang sangat mudah didapat," katanya.
Selain itu dia juga menambahkan bahwa kegiatan membaca dapat makin mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak.
"Dengan membacakan buku untuk anak yang belum bisa membaca, maka orang tua dapat membangun relasi yang intim dengan anak mereka," katanya.
Pada saat anak semakin bertambah dewasa, kata dia, level bahan bacaan juga bisa ditingkatkan. Bahkan, anak bisa diminta untuk menceritakan kembali dan membuat rangkuman dari apa yang telah dibaca.
"Dengan demikian maka interaksi dan relasi di dalam keluarga juga akan terus menguat dan makin intensif, ini sangat diperlukan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini," katanya.
Baca juga: Reisa: Kondisi 80 juta lebih anak Indonesia tidak sedang baik-baik saja
Baca juga: Presiden: Anak-anak harus terus bergembira
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FKIP UMS gelar sosialisasi public speaking "Suaramu Berharga" untuk tumbuhkan kepercayaan diri anak panti
14 February 2026 18:37 WIB
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
UMS perkuat identitas budaya anak Indonesia di SB Pelita Ilmu Kuala Lumpur lewat kegiatan KKN
08 February 2026 15:36 WIB
DPR nilai insiden siswa di NTT menjadi alarm serius pemenuhan hak pendidikan anak
04 February 2026 8:52 WIB
Polisi gelar pelayanan kesehatan gratis dan pemulihan trauma anak-anak korban banjir Purbalingga
25 January 2026 10:34 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng dinilai berdampak nyata
15 February 2026 13:08 WIB
Dana desa kena efisiensi, Sumanto minta kades terapkan skala prioritas pembangunan
15 February 2026 12:38 WIB