Logo Header Antaranews Jateng

Pakar: Kualitas berita terancam gegara viralitas

Minggu, 15 Februari 2026 23:58 WIB
Image Print
Pembicara menyampaikan paparan pada talkshow bertema "Media Massa Pada Era Klik, Like, and Share", di Semarang, Sabtu (14/2/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Pakar komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Dr. Lisa Mardiana menilai kualitas berita atau informasi yang dihasilkan media saat ini terancam karena aspek viralitas.

"Saat ini kita tahu bahwa perubahan yang terjadi dalam lansekap media sedemikian rupa," katanya, saat talkshow bertema "Media Massa Pada Era Klik, Like, and Share", di Semarang, Sabtu.

Talkshow tersebut merupakan rangkaian dari pameran foto koran bertajuk "Pameran Laras Rasa Jawa Tengah" yang berlangsung di Mal Ciputra Semarang.

Lisa menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi media mainstream dengan hadirnya media sosial dan media digital seiring perkembangan teknologi memang tidak mudah.

"Perubahan terjadi tidak hanya pada pola konsumsi, tapi pola produksi. Data terbaru, yang pegang pasar periklanan raksasa teknologi, seperti Google, Meta. Bagaimana nasib media arus utama?" katanya.

Menurut dia, pada era digital sekarang ini berlaku ekonomi atensi, yakni perhatian audiens menjadi komoditas yang diperebutkan.

"Nah, bagaimana menghadirkan kualitas jurnalisme di tengah atensi publik yang jadi komoditas, itu jadi tantangan tersendiri," kata Kaprodi Ilmu Komunikasi Udinus tersebut.

Komikus asal Semarang Erik Irwan Wibowo yang juga menjadi pembicara mengatakan selama ini selalu berupaya kritis melalui komik-komik satire karyanya, yakni "Gump n Hell".

Untuk menemukan inspirasi komiknya, ia mengakui mengandalkan media sebagai acuan atas isu-isu terkini atau basis data agar kritiknya tajam, akurat, dan mengena.

Karena itu, Errik biasanya mencarinya dari media-media mainstream agar terhindar dari hoaks yang sekarang ini mewabah, terutama di media jejaring sosial.

Pengunjung melihat foto yang dipamerkan pada pameran foto koran bertajuk "Pameran Laras Rasa Jawa Tengah" yang berlangsung di Mal Ciputra Semarang, Sabtu (14/2/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Sementara itu, Maulana M Fahmi selaku ketua panitia pameran mengatakan bahwa pameran tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Pers dan HUT Suara Merdeka ke-76 tahun.

"Melalui pameran fotografi Laras Laras Jawa Tengah, kami berupaya menghadirkan kembali harmoni tersebut ke dalam ruang visual, agar publik dapat merasakan keseimbangan yang menjadi identitas wilayah ini," katanya.

Suara Merdeka merekam semua perjalanan itu dalam kurun waktu 76 tahun sehingga elalui Pameran Foto Laras Rasa Jawa Tengah dan pameran koran Suara Merdeka, Forum Redaksi Suara Merdeka mencoba menghadirkan cerita Jawa Tengah dari masa ke masa.

Koran pertama Suara Merdeka terbitan 11 Februari 1950 yang memuat berita Pemilihan Umum RIS turut tampil pada pameran yang berlangsung pada 8-14 Februari 2026.

Selain itu, ada sekitar 10 koran lama Suara Merdeka yang mencatat sejarah perjalanan bangsa Indonesia juga dipamerkan dalam even tersebut.

Selain koran lama, ikut dipamerkan juga 12 kartun, serta 38 foto karya 2 kartunis dan 11 orang wartawan Suara Merdeka. Karya-karya yang dipamerkan tersebut telah melalui kurasi Manajer Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Kurator GFJA, Ismar Patrizki.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026