Logo Header Antaranews Jateng

Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat

Minggu, 15 Februari 2026 21:09 WIB
Image Print
Para juara di turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 2025-2026 di Lapangan Kotabarat Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pelatih timnas sepak bola putri Indonesia Timo Scheunemann menyebut pembinaan ekosistem sepak bola putri di dalam negeri sudah berada di jalur yang tepat.

Timo pada final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 2025-2026 di Lapangan Kotabarat Solo, Jawa Tengah, Minggu mengatakan pembinaan saat ini tumbuh secara pasti selaras dengan peningkatan kualitas kemampuan calon-calon atlet putri.

“Kami bersyukur sepak bola putri Indonesia sekarang memiliki sistem yang baik karena kami benar-benar memulai dari tingkat grassroot. Kami mencari pemain dari tiap daerah penyelenggaraan MLSC lalu melakukan penyaringan secara obyektif dan bertahap,” kata Head Coach MilkLife Soccer Challenge tersebut.

Ia mengatakan potensi atlet muda tidak hanya teridentifikasi tetapi juga bisa dikembangkan lewat turnamen seperti MLSC ditambah dengan berlatih di SSB.

“Terlihat pula perkembangan para putri yang masuk dalam extra training yang berkembang pesat, hal ini menunjukkan kalau ada pembinaan pasti ada perkembangan yang signifikan,” kata Coach Timo.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Surakarta Arya Surendra mengatakan keberhasilan pertumbuhan ekosistem sepak bola putri di Kota Solo tidak lepas dari usaha keras dan persamaan mimpi untuk mengembalikan era kejayaan timnas putri Indonesia.

Ia mengatakan Kota Solo menjadi salah satu basis pembinaan akar rumput yang kuat dengan dukungan sejumlah SSB putri.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang terus konsisten menyelenggarakan turnamen sepak bola putri usia dini. Memang benar, jika ekosistem yang dibangun dengan baik maka akan menuai hasil yang baik juga,” katanya.

Ia mengatakan dengan fasilitas penunjang yang ada di Kota Solo, diharapkan akan lahir pemain sepak bola wanita yang baik dari Solo.

Sementara itu, Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satria Chandra Wiguna menyambut gembira atas respon positif masyarakat Kota Solo terhadap penyelenggaraan MLSC Solo 2025-2026.

Chandra mengungkapkan turnamen sepak bola putri usia dini tersebut menjadi wadah untuk mengolah dan mengasah kemampuan para putri yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan talenta yang mumpuni.

“Terima kasih Kota Solo yang selalu antusias dalam mengikuti penyelenggaraan MLSC 2025-2026. Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan jadwal tahun kalender akademik, kualitas permainan yang tersaji meningkat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang datang dari para orang tua yang menyaksikan putrinya bertanding.

“Harapannya Solo dapat melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” katanya.

Pada turnamen tersebut, MIN 9 Sragen berhasil meraih juara 1 untuk kategori Kelompok Usia (KU)-10 dan posisi runner up diraih oleh SDN 02 Malangjiwan. Sedangkan untuk KU-12, juara 1 diraih SD Kristen Manahan Surakarta dan runner-up diraih MIN 9 Sragen.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026