Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Klaten akan mengembalikan fungsi Rowo Jombor sebagai irigasi dan pengendali banjir sehingga dapat menyokong daerah setempat sebagai kawasan penyangga pangan nasional.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Klaten Harjaka saat dikonfirmasi mengenai rawa di Desa Krakitan, Bayat, di Klaten, Senin, menjelaskan melalui program revitalisasi, rawa seluas 198 hektare itu akan dikembalikan ke fungsi dasarnya sebagai infrastruktur irigasi guna menopang pasokan air lahan pertanian.
"Kawasan Rowo Jombor direvitalisasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi dasarnya yang sudah mengalami penurunan baik fungsi bangunan, ekonomi maupun sosial," katanya.
Ia juga mengakui bahwa saat ini Rowo Jombor justru menjadi objek peternakan ikan karamba, warung apung, dan wisata.
Harapan ke depan, lanjutnya, Rowo Jombor dikembalikan ke fungsi semula dengan revitalisasi. Apalagi Rowo Jombor saat ini sudah banyak mengalami sedimentasi dan faktor penyebabnya banyak, salah satunya membusuknya enceng gondok.
"Kondisi rawa saat perlu perhatian serius. Pembusukan enceng gondok, warung apung, dan karamba ditengarai menjadi faktor-faktor penting terjadinya sedimentasi dan menyebabkan elevasi atau berkurangnya cakupan luasan permukaan air," katanya.
Baca juga: Revitalisasi tahap dua Kawasan Rowo Jombor digelontor Rp50 miliar
Pencemaran sampah dari air yang masuk rawa, lanjutnya, juga berdampak sedimen dan sampah yang luar biasa, sehingga memengaruhi volume tampungan waduk dan hal itu yang mendorong pentingnya revitalisasi.
Pegiat sungai yang juga warga Prambanan, Klaten, Arif Fuad Hidayat (38), mengaku kondisi Rowo Jombor sudah tercemar. Faktor sedimentasi, sampah, dan enceng gondok berkontribusi terhadap penurunan kualitas kehidupan hayati Rowo Jombor.
“Kami bersama relawan terus bergotong royong membersihkan Rowo Jombor baik itu sampah atau enceng gondok. Gerakan kami adalah gerakan sosial saja atau kepedulian lingkungan. Kalau revitalisasi itu dikerjakan serius saya yakin nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi akan terangkat," katanya.
Ia mencontohkan akan ada taman kuliner Nyi Rakit di ujung timur Rowo Jombor yang diharapkan bisa menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Klaten.
"Saya dan teman-teman relawan sungai sangat mendukung program revitalisasi ini," katanya.
Revitalisasi Rowo Jombor Klaten tahap kedua menelan anggaran Rp50 miliar bersumber APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Proyek akan diprioritaskan pada penguatan bendungan, fasilitas pedistrian "jogging track", penataan lingkungan, termasuk warung apung dan karamba.
Baca juga: Danau Rawapening "lahirkan" Delapan Doktor
Baca juga: Sido Muncul Promosikan Danau Rawapening Lewat Iklan
Rowo Jombor dikembalikan ke fungsi irigasi-pengendali banjir
Senin, 14 Juni 2021 16:03 WIB
Sejumlah orang beraktivitas di Rowo Jombor Kabupaten Klaten. (ANTARA/HO-Diskominfo Klaten)
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FGD Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Klaten perkuat sinergi lintas sektor
20 May 2026 17:20 WIB
UMS siapkan produksi ecoprint ramah lingkungan melalui program pengabdian di Klaten
14 May 2026 14:39 WIB
Pemkab Klaten siapkan hadiah uang tunai puluhan juta pada Lomba Logo Hari Jadi ke-222
05 May 2026 13:35 WIB
Koperasi Desa Merah Putih di Klaten terima 50 mobil pikap tahap pertama dari Agrinas
04 May 2026 14:33 WIB
BPJS Ketenagakerjaan perkuat perlindungan ekosistem masjid melalui program JKK dan JKM
16 April 2026 19:44 WIB