Kasus COVID-19 di Kudus melonjak
Kamis, 20 Mei 2021 14:32 WIB
Pasien COVID-19 di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Humas RSUD Kudus
Kudus (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini mengalami lonjakan setelah pada pertengahan Maret 2021 sempat turun menjadi 22 pasien dirawat, kini naik menjadi 123 pasien positif COVID-19 yang dirawat.
"Lonjakan kasus menjadi 123 pasien, setelah ada penambahan 79 kasus positif COVID-19 baru pada 19 Mei 2021," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo di Kudus, Kamis.
Dari jumlah kasus 123 pasien tersebut, kata dia, sebagian besar dirawat di tujuh rumah sakit rujukan di Kudus, sedangkan delapan pasien dirawat di luar fasilitas kesehatan.
Untuk warga yang menjalani isolasi mandiri, kata dia, terdapat 137 kasus, sedangkan suspek sebanyak 127 kasus sementara dirawat ada 63 kasus dan selebihnya isolasi mandiri.
Bupati Kudus Hartopo menambahkan lonjakan kasus yang terjadi disebabkan karena klaster penularan dari lingkungan keluarga yang dimungkinkan mulai abai terhadap prokes.
Baca juga: Cegah COVID-19, Perayaan Syawalan di Kudus ditiadakan
"Kami ingatkan kembali masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lelah untuk selalu memakai masker ketika keluar rumah atau berbicara dengan orang lain," ujarnya.
Dokter yang seharusnya menjadi contoh kepatuhan terhadap prokes, kata dia, juga ada yang terpapar COVID-19 tanpa gejala karena menerima tamu yang diduga terpapar tidak memakai masker.
Dalam rangka antisipasi lonjakan kasus, dia akan meminta rumah sakit rujukan untuk mengaktifkan kembali ruang isolasinya, menyusul mulai bertambahnya pasien COVID-19 yang menjalani perawatan.
Sementara total kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus per 19 Mei 2021 sebanyak 6.256 kasus, pasien sembuh 5.447 orang dan pasien meninggal 549 kasus.
Baca juga: Kesiapan Satgas COVID-19 Kudus antisipasi lonjakan kasus usai Lebaran
"Lonjakan kasus menjadi 123 pasien, setelah ada penambahan 79 kasus positif COVID-19 baru pada 19 Mei 2021," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo di Kudus, Kamis.
Dari jumlah kasus 123 pasien tersebut, kata dia, sebagian besar dirawat di tujuh rumah sakit rujukan di Kudus, sedangkan delapan pasien dirawat di luar fasilitas kesehatan.
Untuk warga yang menjalani isolasi mandiri, kata dia, terdapat 137 kasus, sedangkan suspek sebanyak 127 kasus sementara dirawat ada 63 kasus dan selebihnya isolasi mandiri.
Bupati Kudus Hartopo menambahkan lonjakan kasus yang terjadi disebabkan karena klaster penularan dari lingkungan keluarga yang dimungkinkan mulai abai terhadap prokes.
Baca juga: Cegah COVID-19, Perayaan Syawalan di Kudus ditiadakan
"Kami ingatkan kembali masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lelah untuk selalu memakai masker ketika keluar rumah atau berbicara dengan orang lain," ujarnya.
Dokter yang seharusnya menjadi contoh kepatuhan terhadap prokes, kata dia, juga ada yang terpapar COVID-19 tanpa gejala karena menerima tamu yang diduga terpapar tidak memakai masker.
Dalam rangka antisipasi lonjakan kasus, dia akan meminta rumah sakit rujukan untuk mengaktifkan kembali ruang isolasinya, menyusul mulai bertambahnya pasien COVID-19 yang menjalani perawatan.
Sementara total kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus per 19 Mei 2021 sebanyak 6.256 kasus, pasien sembuh 5.447 orang dan pasien meninggal 549 kasus.
Baca juga: Kesiapan Satgas COVID-19 Kudus antisipasi lonjakan kasus usai Lebaran
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus COVID-19 ditemukan di Batang, pemkab imbau warga terapkan protokol kesehatan
24 December 2023 14:44 WIB, 2023
Wali Kota Semarang minta perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan
22 December 2023 8:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB