Kasus COVID-19 di Boyolali yang di rawat di RS menurun
Selasa, 2 Maret 2021 5:23 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Ratri S Survivalina saat memberikan keteranganperkembangan kasus COVID-19 di Boyolali, Senin (1/03/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)
Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Boyolali menyebutkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Boyolali Jawa Tengah, sebulan terakhir ini, pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terus menurun, dan kini menyisakan 55 pasien yang dirawat.
Bahkan, kasus COVID-19 di Boyolali selama dua pekan terakhir ini, tidak ada penambahan warga yang terkonfirmasi positif sehingga jumlah pasien yang dirawat semakin berkurang, kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, di Boyolali, Senin.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali sudah satu tahun mengoperasikan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) di Rusunawa Kemiri untuk menangani pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan kapasitas seratusan tempat tidur kini sudah mulai kosong.
"Tingkat hunian RSDC di Boyolali sebelumnya mencapai 90 persen hingga 100 persen, kini sudah mulai menurun. Bahkan, ada satu bangsal yaitu di Brotowali II tidak ada pasiennya atau kosong," kata Ratri.
Ratri menjelaskan secara keseluruhan, pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Boyolali kini tinggal 55 pasien yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Boyolali maupun di luar Kabupaten Boyolali.
Pasien COVID-19 yang masih dirawat di RS Boyolali, antara lain di Ruang Brotowali I ada empat pasien, bangsal Mpu Kanwa ada 16 pasien, di RS Hidayah ada tujuh pasien.
Selain itu, pasien yang dirawat di RS PKU Aisyiyah Boyolali ada enam pasien, RS Indriati ada dua pasien, RS Umi Barokah ada tiga orang. Jadi enam RS yang menangani pasien COVID-19 di Boyolali ada 38 pasien, dan sisanya 17 orang di rumah sakit di luar Boyolali.
Penurunan angka terkonfirmasi positif Covid-19 ini, kata dia, diyakini merupakan dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga ditingkatkan skala mikro di Kabupaten Boyolali.
Menurut dia, program PPKM sangat berpengaruh terhadap penurunan kasus. PPKM ini, sudah dilaksanakan tiga tahap. Sehingga dampaknya sudah mulai terlihat karena selama dua pekan tidak ada penularan, otomatis jumlah kasus sudah semakin turun.
Angka kasus COVID-19 di Boyolali, saat ini, secara akumulasi tercatat sebanyak 5.478 kasus. Pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 55 kasus, dan menjalani isolasi mandiri 174 kasus. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh 5.045 kasus atau 92,3 persen, dan meninggal dunia 194 kasus atau 3,5 persen.
Bahkan, kasus COVID-19 di Boyolali selama dua pekan terakhir ini, tidak ada penambahan warga yang terkonfirmasi positif sehingga jumlah pasien yang dirawat semakin berkurang, kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, di Boyolali, Senin.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali sudah satu tahun mengoperasikan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) di Rusunawa Kemiri untuk menangani pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan kapasitas seratusan tempat tidur kini sudah mulai kosong.
"Tingkat hunian RSDC di Boyolali sebelumnya mencapai 90 persen hingga 100 persen, kini sudah mulai menurun. Bahkan, ada satu bangsal yaitu di Brotowali II tidak ada pasiennya atau kosong," kata Ratri.
Ratri menjelaskan secara keseluruhan, pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Boyolali kini tinggal 55 pasien yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Boyolali maupun di luar Kabupaten Boyolali.
Pasien COVID-19 yang masih dirawat di RS Boyolali, antara lain di Ruang Brotowali I ada empat pasien, bangsal Mpu Kanwa ada 16 pasien, di RS Hidayah ada tujuh pasien.
Selain itu, pasien yang dirawat di RS PKU Aisyiyah Boyolali ada enam pasien, RS Indriati ada dua pasien, RS Umi Barokah ada tiga orang. Jadi enam RS yang menangani pasien COVID-19 di Boyolali ada 38 pasien, dan sisanya 17 orang di rumah sakit di luar Boyolali.
Penurunan angka terkonfirmasi positif Covid-19 ini, kata dia, diyakini merupakan dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga ditingkatkan skala mikro di Kabupaten Boyolali.
Menurut dia, program PPKM sangat berpengaruh terhadap penurunan kasus. PPKM ini, sudah dilaksanakan tiga tahap. Sehingga dampaknya sudah mulai terlihat karena selama dua pekan tidak ada penularan, otomatis jumlah kasus sudah semakin turun.
Angka kasus COVID-19 di Boyolali, saat ini, secara akumulasi tercatat sebanyak 5.478 kasus. Pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 55 kasus, dan menjalani isolasi mandiri 174 kasus. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh 5.045 kasus atau 92,3 persen, dan meninggal dunia 194 kasus atau 3,5 persen.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus COVID-19 ditemukan di Batang, pemkab imbau warga terapkan protokol kesehatan
24 December 2023 14:44 WIB, 2023
Wali Kota Semarang minta perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan
22 December 2023 8:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB