Sektor pariwisata di Banyumas mulai bangkit pasca-PPKM
Senin, 15 Februari 2021 16:19 WIB
Ilustrasi - Aktivitas wisatawan di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada era adaptasi kebiasaan baru. ANTARA/HO-UPT Lokawisata Baturraden
Purwokerto (ANTARA) - Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai bangkit pasca-pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.
"Saat PPKM jilid kedua itu memang drop (mengalami penurunan) karena memang jumlah pengunjungnya dibatasi," kata Asis di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Dalam hal ini, kata dia, saat PPKM jilid kedua yang dilaksanakan pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengizinkan objek wisata alam untuk dibuka kembali setelah ditutup selama PPKM jilid pertama pada 11-25 Januari 2021.
Baca juga: Saujana di Desa Wisata Serang Kabupaten Purbalingga
Kendati diizinkan untuk dibuka, dia mengatakan jumlah pengunjung objek wisata alam itu dibatasi sebanyak 20 persen dari kapasitas maksimal tempat tersebut.
"Seperti di Lokawisata Baturraden yang merupakan objek wisata milik Pemkab Banyumas, jumlah kunjungan tertinggi selama PPKM jilid kedua tidak sampai 200 orang pada tanggal 6-7 Februari," katanya.
Menurut dia, penurunan jumlah kunjungan wisatawan tersebut merupakan dampak dari penyekatan yang dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas.
Dalam penyekatan yang ditujukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, warga dari luar wilayah yang hendak memasuki Kabupaten Banyumas wajib menunjukkan hasil tes Antigen negatif.
"Kemarin pada saat PPKM jilid kedua, apalagi pas tanggal 6-7 Februari itu di perbatasan dicegat. Itu kan juga berpengaruh besar," katanya menegaskan.
Lebih lanjut Asis mengatakan pasca-PPKM jilid kedua seluruh objek wisata alam di Kabupaten Banyumas telah beroperasi kembali, meskipun jumlah pengunjungnya dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal.
Menurut dia, pelaksanaan PPKM berbasis mikro pada tanggal 9-22 Februari 2021 tidak berpengaruh terhadap sektor pariwisata karena kebijakan tersebut dilaksanakan di tingkat RT/RW sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 namun tetap mengedepankan pertumbuhan ekonomi.
Bahkan, kata dia, sektor pariwisata mulai bergeliat pasca-PPKM jilid kedua meskipun belum pulih seperti sediakala.
"Dari pantauan kami, jumlah pengunjung Lokawisata Baturraden sedikit mengalami peningkatan jika dibandingkan saat PPKM jilid kedua karena saat liburan panjang akhir pekan kemarin, pengunjungnya mencapai 400-an orang," katanya.
Baca juga: Bejen Fruit Garden tawarkan wisata agro Temanggung
Baca juga: Setiap tahun, Disbudpar Kudus targetkan tambahan 2 desa wisata baru
"Saat PPKM jilid kedua itu memang drop (mengalami penurunan) karena memang jumlah pengunjungnya dibatasi," kata Asis di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Dalam hal ini, kata dia, saat PPKM jilid kedua yang dilaksanakan pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengizinkan objek wisata alam untuk dibuka kembali setelah ditutup selama PPKM jilid pertama pada 11-25 Januari 2021.
Baca juga: Saujana di Desa Wisata Serang Kabupaten Purbalingga
Kendati diizinkan untuk dibuka, dia mengatakan jumlah pengunjung objek wisata alam itu dibatasi sebanyak 20 persen dari kapasitas maksimal tempat tersebut.
"Seperti di Lokawisata Baturraden yang merupakan objek wisata milik Pemkab Banyumas, jumlah kunjungan tertinggi selama PPKM jilid kedua tidak sampai 200 orang pada tanggal 6-7 Februari," katanya.
Menurut dia, penurunan jumlah kunjungan wisatawan tersebut merupakan dampak dari penyekatan yang dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas.
Dalam penyekatan yang ditujukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, warga dari luar wilayah yang hendak memasuki Kabupaten Banyumas wajib menunjukkan hasil tes Antigen negatif.
"Kemarin pada saat PPKM jilid kedua, apalagi pas tanggal 6-7 Februari itu di perbatasan dicegat. Itu kan juga berpengaruh besar," katanya menegaskan.
Lebih lanjut Asis mengatakan pasca-PPKM jilid kedua seluruh objek wisata alam di Kabupaten Banyumas telah beroperasi kembali, meskipun jumlah pengunjungnya dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal.
Menurut dia, pelaksanaan PPKM berbasis mikro pada tanggal 9-22 Februari 2021 tidak berpengaruh terhadap sektor pariwisata karena kebijakan tersebut dilaksanakan di tingkat RT/RW sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 namun tetap mengedepankan pertumbuhan ekonomi.
Bahkan, kata dia, sektor pariwisata mulai bergeliat pasca-PPKM jilid kedua meskipun belum pulih seperti sediakala.
"Dari pantauan kami, jumlah pengunjung Lokawisata Baturraden sedikit mengalami peningkatan jika dibandingkan saat PPKM jilid kedua karena saat liburan panjang akhir pekan kemarin, pengunjungnya mencapai 400-an orang," katanya.
Baca juga: Bejen Fruit Garden tawarkan wisata agro Temanggung
Baca juga: Setiap tahun, Disbudpar Kudus targetkan tambahan 2 desa wisata baru
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
Bulog Banyumas mulai distribusikan minyak goreng Minyakita jelang Ramadhan
29 January 2026 11:51 WIB
Wabup Banyumas: BPJS Ketenagakerjaan berikan perlindungan nyata bagi pekerja informal
28 January 2026 16:46 WIB
DLH Banyumas imbau untuk membatasi pemanfaatan air sungai pascabanjir bandang
28 January 2026 13:23 WIB
Pemkab Banyumas terima bantuan alat berat dari PPO BTN untuk tangani banjir-sampah
22 January 2026 16:28 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana
31 January 2026 19:29 WIB
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB