Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Banyumas gandeng Yonif TP 838 serap gabah petani

Selasa, 27 Januari 2026 19:04 WIB
Image Print
Penyerapan gabah hasil panen petani yang dilakukan Bulog Banyumas bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas

Cilacap (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas berkolaborasi dengan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya dalam penyerapan gabah kering panen langsung dari petani guna menjaga ketahanan pangan dan mendukung target swasembada beras nasional tahun 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas Prawoko Setyo Aji di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Bulog mendukung target nasional serapan beras sebanyak 4 juta ton pada 2026.

"Melalui kolaborasi ini, Bulog Kanca Banyumas menyerap gabah dari petani binaan Yonif TP 838/PW dan hingga saat ini, penyerapan GKP (Gabah Kering Panen) telah mencapai 3,4 ton dan masih terus berlangsung," katanya

Ia mengatakan Bulog Banyumas pada 2026 ditargetkan menyerap sebanyak 78.000 ton setara beras untuk cadangan pangan pemerintah.

Seiring awal musim panen di Banyumas Raya, kata dia, Bulog Banyumas telah merealisasikan penyerapan GKP sebanyak 24 ton dan beras 122 ton dari petani di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

"Puncak panen diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret. Kami optimistis serapan akan optimal dan target dapat tercapai," katanya.

Sambil menunggu terbitnya instruksi presiden (inpres) terbaru, kata dia, Bulog tetap melakukan penyerapan gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk berbagai kualitas selama padi telah memasuki usia panen.

Menurut dia, beras dari petani dibeli dengan harga Rp12.000 per kilogram untuk kualitas medium di depan pintu gudang Bulog.

"Untuk menjaga rendemen dan kualitas beras, Babinsa bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian turut memastikan gabah yang diserap bersih dan tidak tercampur kotoran selain gabah," kata Prawoko.

Sementara itu, Komandan Yonif TP 838/PW Letnan Kolonel Infanteri Swary Atmanda Bachtiar mengatakan Yonif TP 838/PW sebagai satuan teritorial pembangunan turut mendukung program ketahanan pangan melalui pembinaan petani dan optimalisasi lahan pertanian.

Dalam hal ini, Yonif TP 838/PW tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan, termasuk pendampingan petani agar hasil panen dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

"Gabah sebanyak 3,4 ton yang diserap berasal dari lahan seluas sekitar 1,2 hektare yang dikelola delapan petani binaan Yonif TP 838/PW. Proses panen dilakukan menggunakan combine harvester untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas hasil panen," katanya.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026