
Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana

Pemalang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan layanan proses pemulihan psikologis dan emosiaonal (trauma healing) untuk penyintas bencana agar mereka mampu menghapus dukanya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pemalang, Jumat mengatakan layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari layanan yang diberikan kepada pengungsi.
Ia menyampaikan seluruh instansi yang memiliki layanan psikososial dan trauma healing juga dilibatkan dengan tujuan agar masyarakat bisa kembali bangkit.
"Trauma healing lengkap. Petugasnya mulai dari rumah sakit RSUD Margono Soekarjo hingga dari Polda Jateng juga kita libatkan. Saya ingin pastikan anak-anak tetap semangat dan bisa sekolah lagi," katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jateng Ema Rachmawati mengatakan bahwa bencana yang melanda di wilayah Kabupaten Pemalang menimbulkan beberapa kasus pada anak-anak yang terpisah dari orang tuanya selama sekian jam sehingga mereka menghadapi trauma.
"Oleh karena itu, kami melakukan trauma healing. Biasanya kalau anak-anak itu dengan bermain, melukis, menyanyi kemudian ada konseling juga," katanya.
Konseling dan trauma healing itu diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana melalui pusat pembelajaran keluarga (Puspaga).
Pendampingan ini, kata dia, melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial, bahkan balai karantina sosial.
"Selain terhadap anak-anak, layanan tersebut juga diberikan kepada ibu-ibu di pengungsian karena mereka tinggal lama di pengungsian yang tentunya akan menimbulkan kebosanan karena tidak banyak melakukan kegiatan serta ketakutan pulang ke rumah," katanya.
Menurut dia, di pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Oemalang juga terdapat ada seorang perempuan yang kehilangan keluarga karena suaminya terseret arus dan ditemukan meninggal dunia.
Kepada korban yang kehilangan anggota keluarga, kata dia, nantinya akan diberikan layanan konseling khusus di luar konseling atau trauma healing yang dilakukan bersama.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
