Pekalongan siap ekspor jamu
Rabu, 8 Juli 2020 14:57 WIB
Seorang petugas Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sedang memeriksa bahan produk jamu yang akan diekspor. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan siap mengekspor produk jamu ke sejumlah pasar mancanegara.
"Kita diundang untuk memasarkan produk jamu herbal melalui pasar maya (virtual market) oleh Pemkot Pekalongan ke pasar mancanegara. Oleh karena, kami menargetkan mengekspor 30 persen hingga 40 persen produk jamu ke pasar mancanegara," kata Kepala PSPJ Dinkes Kota Pekalongan Uswatun Khasanah di Pekalongan, Jateng, Rabu.
Menurut dia, saat ini, Pekalongan memiliki beberapa produk unggulan yaitu jamu bubuk instan seperti temulawak dan jahe instan yang siap diekspor ke sejumlah pasar mancanegara.
Khasiat jamu temulawak dan jahe instan ini, kata dia, dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tubuh manusia, apalagi saat sedang dalam kondisi pendemi COVID-19 sekarang ini.
Uswatun mengatakan Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu Kota Pekalongan merupakan bagian usaha binaan pemkot yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemasaran secara maya ke luar negeri.
Produk-produk jamu yang dihasilkan melalui budi daya tanaman jamu ini, kata dia, siap diekspor ke Tiongkok dan sejumlah negara di Asia Tenggara.
"Produk unggulan yang akan dipasarkan ke Shanghai, Tiongkok, melalui Kementerian Luar Negeri yaitu temulawak dan jahe instan," katanya.
Ia berharap produk jamu herbal asal Kota Pekalongan yang kapasitasnya masih terbatas ini dapat menguasai pasar dunia yang selama ini masyarakat hanya mengenal dari negeri Korea.
"Tidak hanya Negeri Gingseng saja yang menguasai produk jamu di pasar dunia, namun Indonesia pun bisa mendunia melalui produk jamu jahe dan temulawaknya yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan," katanya.
Baca juga: Wonosobo Jajaki Ekspor Jamu ke Suriname
Baca juga: Kelompok Wanita Tani Produksi Jamu Tradisional Kualitas Ekspor
Baca juga: Pemerintah Diminta Arahkan Petani Tak Ekspor Bahan Baku Jamu
"Kita diundang untuk memasarkan produk jamu herbal melalui pasar maya (virtual market) oleh Pemkot Pekalongan ke pasar mancanegara. Oleh karena, kami menargetkan mengekspor 30 persen hingga 40 persen produk jamu ke pasar mancanegara," kata Kepala PSPJ Dinkes Kota Pekalongan Uswatun Khasanah di Pekalongan, Jateng, Rabu.
Menurut dia, saat ini, Pekalongan memiliki beberapa produk unggulan yaitu jamu bubuk instan seperti temulawak dan jahe instan yang siap diekspor ke sejumlah pasar mancanegara.
Khasiat jamu temulawak dan jahe instan ini, kata dia, dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tubuh manusia, apalagi saat sedang dalam kondisi pendemi COVID-19 sekarang ini.
Uswatun mengatakan Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu Kota Pekalongan merupakan bagian usaha binaan pemkot yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemasaran secara maya ke luar negeri.
Produk-produk jamu yang dihasilkan melalui budi daya tanaman jamu ini, kata dia, siap diekspor ke Tiongkok dan sejumlah negara di Asia Tenggara.
"Produk unggulan yang akan dipasarkan ke Shanghai, Tiongkok, melalui Kementerian Luar Negeri yaitu temulawak dan jahe instan," katanya.
Ia berharap produk jamu herbal asal Kota Pekalongan yang kapasitasnya masih terbatas ini dapat menguasai pasar dunia yang selama ini masyarakat hanya mengenal dari negeri Korea.
"Tidak hanya Negeri Gingseng saja yang menguasai produk jamu di pasar dunia, namun Indonesia pun bisa mendunia melalui produk jamu jahe dan temulawaknya yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan," katanya.
Baca juga: Wonosobo Jajaki Ekspor Jamu ke Suriname
Baca juga: Kelompok Wanita Tani Produksi Jamu Tradisional Kualitas Ekspor
Baca juga: Pemerintah Diminta Arahkan Petani Tak Ekspor Bahan Baku Jamu
Pewarta : Kutnadi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir
20 January 2026 15:53 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB