Pascagempa M 6,1, penyaluran BBM dan LPG di Jepara berjalan normal
Selasa, 7 Juli 2020 11:37 WIB
Situasi di SPBU 44.594.17 Langon, Jepara, Selasa. ANTARA/HO-Pertamina
Semarang (ANTARA) - Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di titik 52 kilometer barat laut Jepara, Jawa Tengah, PT Pertamina (Persero) memastikan penyaluran BBM dan LPG di wilayah Marketing Operation Region IV berjalan normal.
Pjs General Manager Pertamina MOR IV Rahman Pramono Wibowo dalam keterangan pers di Semarang, Selasa mengatakan seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara tidak terdampak gempa.
"Penyaluran BBM kami yang dipasok dari Terminal BBM Semarang Group ke 25 SPBU di wilayah Jepara berjalan normal. Untuk LPG di Jepara dari 14 agen dan 1.381 pangkalan keseluruhannya masih menyalurkan secara normal," kata Pramono.
Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kudus dan Jepara, Muhammad Faruq mengatakan penyaluran BBM jenis gasoline (Pertamax series, Pertalite dan Premium) serta Gasoil (bio solar dan dex series) di SPBU tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
"Konsumsi masyarakat masih normal yaitu rata-rata harian untuk BBM Gasoline sebanyak 340 kiloliter (KL) per hari dan gasoil sebanyak 111 KL per hari," ungkapnya.
Baca juga: Pinky Movement : Pertamina gandeng UMKM salurkan Bright Gas
Baca juga: Pinky Movement permudah UKM dan UMKM dapatkan Bright Gas
Faruq menambahkan, konsumsi untuk LPG juga tidak mengalami perubahan yaitu di angka 102 metric ton (MT) per hari.
"Meskipun tidak terjadi perubahan, namun kami meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena stok BBM dan LPG di wilayah Jepara masih aman," tutup Faruq.
Pertamina, tambah Faruq melalui Marketing Operation Region IV akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak dalam upaya mengurangi penyebaran virus COVID-19 dan mengoptimalkan penyaluran BBM serta LPG di wilayah MOR IV.
Baca juga: Pertamina bangun Pertashop di 3 desa Soloraya Jateng
Pjs General Manager Pertamina MOR IV Rahman Pramono Wibowo dalam keterangan pers di Semarang, Selasa mengatakan seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara tidak terdampak gempa.
"Penyaluran BBM kami yang dipasok dari Terminal BBM Semarang Group ke 25 SPBU di wilayah Jepara berjalan normal. Untuk LPG di Jepara dari 14 agen dan 1.381 pangkalan keseluruhannya masih menyalurkan secara normal," kata Pramono.
Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kudus dan Jepara, Muhammad Faruq mengatakan penyaluran BBM jenis gasoline (Pertamax series, Pertalite dan Premium) serta Gasoil (bio solar dan dex series) di SPBU tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
"Konsumsi masyarakat masih normal yaitu rata-rata harian untuk BBM Gasoline sebanyak 340 kiloliter (KL) per hari dan gasoil sebanyak 111 KL per hari," ungkapnya.
Baca juga: Pinky Movement : Pertamina gandeng UMKM salurkan Bright Gas
Baca juga: Pinky Movement permudah UKM dan UMKM dapatkan Bright Gas
Faruq menambahkan, konsumsi untuk LPG juga tidak mengalami perubahan yaitu di angka 102 metric ton (MT) per hari.
"Meskipun tidak terjadi perubahan, namun kami meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena stok BBM dan LPG di wilayah Jepara masih aman," tutup Faruq.
Pertamina, tambah Faruq melalui Marketing Operation Region IV akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak dalam upaya mengurangi penyebaran virus COVID-19 dan mengoptimalkan penyaluran BBM serta LPG di wilayah MOR IV.
Baca juga: Pertamina bangun Pertashop di 3 desa Soloraya Jateng
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pekalongan terdampak banjir, PLN gerak cepat amankan listrik dan salurkan bantuan bagi pengungsi
22 January 2026 13:34 WIB
Siaga 24 jam, Offtakes Tandes PGN pastikan penyaluran gas wilayah Surabaya lancar
28 November 2025 12:37 WIB
BRI Regional Office Semarang salurkan KUR Rp14,02 triliun, dorong kapasitas UMKM
26 November 2025 22:18 WIB
Penyidikan korupsi bansos beras, KPK panggil lima pendamping PKH di Polresta Magelang
25 November 2025 15:30 WIB
BRI dorong pertumbuhan inklusif lewat penyaluran KUR senilai Rp147,2 triliun
21 November 2025 7:58 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB