Sejumlah titik di Pati perlu dilengkapi alat peringatan dini longsor
Senin, 20 Januari 2020 19:51 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mengecek alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. ANTARA/HO-BPBD Pati
Pati (ANTARA) - Sejumlah daerah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang secara geografis berada di kawasan pegunungan dan termasuk daerah rawan tanah longsor perlu dilengkapi dengan alat deteksi dini early warning system (EWS) bencana tanah longsor.
"Daerah rawan longsor yang sudah dilengkapi sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) baru satu lokasi, yakni di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetyo di Pati, Senin.
Menurut dia, daerah lain yang rawan longsor sebetulnya juga banyak, di antaranya Kecamatan Gembong, Gunungungkal, serta Pucakwangi.
Baca juga: Mahasiswa UNS pasang alat peringatan dini longsor di Purbalingga
Baca juga: 13 alat peringatan dini longsor dipasang di Banjarnegara
Untuk penambahan alat EWS, selain perlu melakukan pengecekan kondisi daerahnya apakah benar-benar rawan bencana tanah longsor, juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Pada anggaran tahun 2020, menurut Martinus Budi Prasetyo, memang belum ada usulan pengadaan alat EWS tersebut, sedangkan alokasi anggarannya juga hanya Rp700-an juta.
Masyarakat sekitar juga perlu mengetahui daerah yang termasuk rawan longsor, serta deteksi dini ketika ada retakan untuk segera dilakukan antisipasi dengan penutupan lokasi tersebut dengan terpal atau alas yang bisa mencegah air hujan masuk ke dalam tanah.
Untuk memastikan alat EWS yang terpasang di Desa Gunungsari masih berfungsi secara normal, pihaknya juga menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan.
Perawatan EWS mutlak dilakukan, terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini sehingga alat tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya dan dapat menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada tahun 2019, masyarakat setempat mengikuti simulasi untuk mengenalkan unit peringatan dini bencana itu sehingga masyarakat bisa bersiap untuk mencari tempat perlindungan ketika sirine berbunyi.
Baca juga: Jepara ajukan 10 alat peringatan dini longsor
Selain mengimplementasikan unit EWS di daerah yang dimungkinkan rawan bencana pada cuaca ekstrem, BPBD Pati juga memiliki aplikasi Sistem Informasi Dini Bencana (Sidina).
Aplikasi berbasis daring yang dapat diunduh di playstore ini diyakini mempercepat proses pelaporan jika terjadi bencana alam di Kabupaten Pati.
Aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2019 itu, ratingnya sendiri sudah 4,6 bintang dan memiliki banyak komentar positif dari masyarakat.
"Daerah rawan longsor yang sudah dilengkapi sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) baru satu lokasi, yakni di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetyo di Pati, Senin.
Menurut dia, daerah lain yang rawan longsor sebetulnya juga banyak, di antaranya Kecamatan Gembong, Gunungungkal, serta Pucakwangi.
Baca juga: Mahasiswa UNS pasang alat peringatan dini longsor di Purbalingga
Baca juga: 13 alat peringatan dini longsor dipasang di Banjarnegara
Untuk penambahan alat EWS, selain perlu melakukan pengecekan kondisi daerahnya apakah benar-benar rawan bencana tanah longsor, juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Pada anggaran tahun 2020, menurut Martinus Budi Prasetyo, memang belum ada usulan pengadaan alat EWS tersebut, sedangkan alokasi anggarannya juga hanya Rp700-an juta.
Masyarakat sekitar juga perlu mengetahui daerah yang termasuk rawan longsor, serta deteksi dini ketika ada retakan untuk segera dilakukan antisipasi dengan penutupan lokasi tersebut dengan terpal atau alas yang bisa mencegah air hujan masuk ke dalam tanah.
Untuk memastikan alat EWS yang terpasang di Desa Gunungsari masih berfungsi secara normal, pihaknya juga menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan.
Perawatan EWS mutlak dilakukan, terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini sehingga alat tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya dan dapat menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada tahun 2019, masyarakat setempat mengikuti simulasi untuk mengenalkan unit peringatan dini bencana itu sehingga masyarakat bisa bersiap untuk mencari tempat perlindungan ketika sirine berbunyi.
Baca juga: Jepara ajukan 10 alat peringatan dini longsor
Selain mengimplementasikan unit EWS di daerah yang dimungkinkan rawan bencana pada cuaca ekstrem, BPBD Pati juga memiliki aplikasi Sistem Informasi Dini Bencana (Sidina).
Aplikasi berbasis daring yang dapat diunduh di playstore ini diyakini mempercepat proses pelaporan jika terjadi bencana alam di Kabupaten Pati.
Aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2019 itu, ratingnya sendiri sudah 4,6 bintang dan memiliki banyak komentar positif dari masyarakat.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Kanwil Kemenkum Jateng teguhkan semangat bela negara di peringatan HBN ke-77
19 December 2025 12:04 WIB
DWP Kemenkum Jateng ikuti rangkaian peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan
11 December 2025 6:30 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Surakarta ajak peserta basmi korupsi pada peringatan Hakordia 2025
10 December 2025 14:52 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Tim relawan Sekolah Vokasi Undip terlibat pada penanganan bencana di Sumatera
19 February 2026 15:58 WIB
Gubernur Jateng instruksikan pembangunan jembatan aramco di jalan Grobogan-Semarang dipercepat
17 February 2026 20:07 WIB