Bayi kembar siam Aqila-Azila diisolasi seminggu
Kamis, 15 Agustus 2019 15:23 WIB
Tim medis membawa Aqila dan Azila kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara ke Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). (Foto Didik Suhartono)
Surabaya (ANTARA) - Bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila, akan menjalani masa isolasi selama satu minggu usai menjalani operasi pemisahan di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu (14/8).
"Satu minggu pertama akan diisolasi di ICU agar tidak terjadi infeksi pada bayi," ujar Wakil Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi, di Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan terjadinya infeksi pascaoperasi pemisahan adalah hal yang paling diantisipasi tim dokter, sebab operasi pemisahan bayi kembar Aqila dan Azila berlangsung tiga jam lebih.
Kemudian, kata dia, luka yang luas serta kurangnya jaringan juga dapat menyebabkan infeksi, namun tim dokter telah mengantisipasi hal tersebut dengan langkah asepsi dan juga antisepsis.
Selain itu, pencegahan dilakukan dengan pemberian antibiotika profilaksis.
"Infeksi bisa terjadi karena terfusi organ yaitu aliran darah ke organ menurun karena gangguan pernafasan, gangguan aliran darah, dan kedinginan," ucapnya.
Baca juga: Aqila dan Azila berhasil dipisahkan setelah 5 jam operasi
Ia mengakui tim dokter kesulitan saat memisahkan dinding dada yang cukup luas, sementara untuk pemisahan liver hanya membutuhkan waktu 40 menit.
Poerwadi optimistis pascaoperasi pemisahan, harapan hidup terhadap dua bayi tersebut sangat tinggi karena merujuk kedua bayi yang masing-masing punya organ dalam.
"Harapan hidup tinggi. Masing-masing punya organ dalam," ujarnya.
Sebelumnya bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdomino phagus) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila menjalani operasi pemisahan atau separasi di Gedung bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Rabu (14/8).
Kedua bayi berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi kurang lebih selama lima jam.
Baca juga: Kembar siam Aqila & Azila jalani operasi pemisahan
"Satu minggu pertama akan diisolasi di ICU agar tidak terjadi infeksi pada bayi," ujar Wakil Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi, di Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan terjadinya infeksi pascaoperasi pemisahan adalah hal yang paling diantisipasi tim dokter, sebab operasi pemisahan bayi kembar Aqila dan Azila berlangsung tiga jam lebih.
Kemudian, kata dia, luka yang luas serta kurangnya jaringan juga dapat menyebabkan infeksi, namun tim dokter telah mengantisipasi hal tersebut dengan langkah asepsi dan juga antisepsis.
Selain itu, pencegahan dilakukan dengan pemberian antibiotika profilaksis.
"Infeksi bisa terjadi karena terfusi organ yaitu aliran darah ke organ menurun karena gangguan pernafasan, gangguan aliran darah, dan kedinginan," ucapnya.
Baca juga: Aqila dan Azila berhasil dipisahkan setelah 5 jam operasi
Ia mengakui tim dokter kesulitan saat memisahkan dinding dada yang cukup luas, sementara untuk pemisahan liver hanya membutuhkan waktu 40 menit.
Poerwadi optimistis pascaoperasi pemisahan, harapan hidup terhadap dua bayi tersebut sangat tinggi karena merujuk kedua bayi yang masing-masing punya organ dalam.
"Harapan hidup tinggi. Masing-masing punya organ dalam," ujarnya.
Sebelumnya bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdomino phagus) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila menjalani operasi pemisahan atau separasi di Gedung bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Rabu (14/8).
Kedua bayi berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi kurang lebih selama lima jam.
Baca juga: Kembar siam Aqila & Azila jalani operasi pemisahan
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ada Gatotkaca kembar bersihkan Tirtonadi di Hari Perhubungan Nasional 2023
16 September 2023 6:00 WIB, 2023
Pemkab Magelang kaji kerja sama kota kembar dengan Distrik Rupandehi Nepal
12 September 2023 21:32 WIB, 2023
Wali Kota Magelang apresiasi rencana pembentukan Kota Kembar Magelang-Tula
18 November 2021 21:31 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB