Polisi selidiki kematian pekerja PLTU Batang
Kamis, 11 Juli 2019 6:56 WIB
Ilustrasi - Kunjungan nelayan ke PLTU Batang. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Kepolisian Resor Batang menyelidiki kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah, Rabu sore.
Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga di Batang, Rabu, mengatakan korban tewas adalah Budi Laksono bin Tonari (28), pekerja PT Swijetty yang sedang melakukan pengelasan pipa bangunan PLTU Batang di bawah air laut.
"Dugaan sementara, korban tewas karena terganggu pernapasannya," katanya.
Kecelakaan kerja tersebut berawal saat korban mengelas pipa bangunan yang berada di air laut. Namun, saat itu, kondisi air di bawah dasar laut keruh.
"Kami menduga faktor air keruh dan oksigen yang terkontaminasi yang menyebabkan meninggalnya korban," katanya.
Baca juga: Pekerja di PLTU Batang tewas saat mengelas pipa di dasar laut
Edi yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Tulis AKP Gumana mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, korban tewas akibat kehabisan oksigen karena saluran pernafasan kemasukan air.
"Tidak ada ditemukan tanda-tanda korban tewas karena unsur penganiayaan. Kendati demikian, kami masih melakukan penyelidikan kasus tewasnya pekerja PLTU itu," katanya.
Ia mengatakan setelah dilakukan visum oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Kalisari Batang, korban sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Korban sudah kami serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya.
Baca juga: Soal PLTU Batang, HNSI: Nelayan jangan terprovokasi
Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga di Batang, Rabu, mengatakan korban tewas adalah Budi Laksono bin Tonari (28), pekerja PT Swijetty yang sedang melakukan pengelasan pipa bangunan PLTU Batang di bawah air laut.
"Dugaan sementara, korban tewas karena terganggu pernapasannya," katanya.
Kecelakaan kerja tersebut berawal saat korban mengelas pipa bangunan yang berada di air laut. Namun, saat itu, kondisi air di bawah dasar laut keruh.
"Kami menduga faktor air keruh dan oksigen yang terkontaminasi yang menyebabkan meninggalnya korban," katanya.
Baca juga: Pekerja di PLTU Batang tewas saat mengelas pipa di dasar laut
Edi yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Tulis AKP Gumana mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, korban tewas akibat kehabisan oksigen karena saluran pernafasan kemasukan air.
"Tidak ada ditemukan tanda-tanda korban tewas karena unsur penganiayaan. Kendati demikian, kami masih melakukan penyelidikan kasus tewasnya pekerja PLTU itu," katanya.
Ia mengatakan setelah dilakukan visum oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Kalisari Batang, korban sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Korban sudah kami serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya.
Baca juga: Soal PLTU Batang, HNSI: Nelayan jangan terprovokasi
Pewarta : Kutnadi
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang budayakan ASN bersepeda atau berjalan kaki menuju tempat kerja
01 April 2026 14:15 WIB
Pemkab Batang agendakan Konser Pesta Rakyat dan rekor Muri pada puncak HUT Ke-60
31 March 2026 16:36 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polisi selidiki penemuan kerangka manusia tanpa identitas di kebun kopi Gembong Pati
02 April 2026 10:24 WIB