Logo Header Antaranews Jateng

Polres Batang evakuasi korban tewas tertemper KA Sembrani

Jumat, 3 April 2026 06:26 WIB
Image Print
Petiugas Polres Batang melakukan evakuasi korban tewas tertemperr KA Sembani di KM. 82+7/8 jalur hilir petak Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Kamis (2/4/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, mengevakuasi seorang pengendara sepeda motor yang tertemper Kereta Api (KA) Sembrani Eksekutif di KM. 82+7/8 jalur hilir petak Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis siang.

Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Veronika di Batang, mengatakan bahwa korban mencoba mencari celah ruas jalan dan menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.

"Di lokasi kejadian, saat itu kondisi palang pintu sudah tertutup namun korban tetap menerobos melalui celah jalan yang ada," katanya.

Peristiwa itu berawal saat KA Sembrani yang melaju dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Semarang) dengan kecepatan tinggi.

Meski sistem pengamanan perlintasan telah aktif dan palang pintu sudah ditutup sepenuhnya tetapi korban tetap memaksakan diri melintas perlintasan KA.

Ia yang didampingi Kepala Polsek Batang Kota AKP Ghozali mengatakan korban diketahui bernama Tofani Zeki Kurniawan (53), warga Perumahan Taman Seruni, Kelurahan Gamer, Pekalongan Timur.

Korban mengendarai sepeda motor Yamaha dengan nomor polisi G 310 MT dan jenazah korban sudah dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya gangguan pada sistem pengamanan perlintasan kereta api dan petugas pintu perlintasan sudah menjalankan prosedur dengan baik.

"Ini murni karena kelalaian pengendara sepeda motor itu. Petugas palang pintu sudah menjalankan tugas sesuai prosedur," katanya.

Benturan keras dengan kereta api eksekutif tersebut membuat korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Manajer Humas KAI Daerah Operasi 4 Luqman Arif mengatakan bahwa pihaknya turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut.

"Sebelum kejadian temperan tersebut, ASP sudah berulang kali membunyikan peringatan melalui seruling lokomotif agar pengendara minggir dari jalur KA," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026