Kominfo akan tingkatkan literasi digital lebih efektif
Selasa, 2 April 2019 14:40 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat di acara Siberkreasi di Kantor Kominfo, Senin (1/4). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mencari cara untuk meningkatkan efektivitas literasi digital yang selama ini sudah berjalan agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang melek teknologi digital.
"Sebetulnya, dalam dunia digital, bagaimana membuat masyarakat Indonesia pandai memilah dan memilih konten positif di media sosial. Pandai memanfaatkan alat untuk memberi nilai tambah," kata Menkominfo Rudiantara, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.
Kominfo melakukan literasi digital untuk masyarakat melalui berbagai program, salah satunya melalui gerakan Siberkreasi yang merupakan gabungan dari komunitas dan individu.
Hasil penelitian Siberkreasi terhdap 2.000 orang di Bandung, Denpasar, Surabaya dan Pontianak pada September hingga November 2018 menunjukkan mayoritas responden belajar teknologi digital secara otodidak, jumlahnya di atas 55 persen untuk masing-masing kota.
Selebihnya, responden yang berusia 13-18 tahun tersebut belajar dari keluarga, teman dan dari sekolah.
Melihat temuan tersebut, Rudiantara menyatakan perlu ada evaluasi mengenai literasi digital yang mereka lakukan agar dapat berjalan lebih efektif.
"Bukan berarti yang sudah dilakukan salah, tapi, bagaimana supaya lebih efektif lagi," kata Rudiantara.
Menurut Menkominfo, berdasarkan temuan di empat kota tersebut, jika memang masyarakat menunjukkan kecenderungan untuk belajar literasi digital secara otodidak, kementerian bisa memanfaatkan cara lain agar masyarakat dapat mengakses informasi, misalnya dengan menggandeng operator seluler.
Operator seluler akan mengirim SMS kepada para penggunanya berisi tautan atau link untuk mengakses informasi seputar literasi digital. Tapi, menurut Rudiantara, rencana tersebut perlu ditinjau lebih lanjut.
Menurut dia, literasi digital adalah salah satu cara yang paling strategis agar masyarakat bisa memahami konsekuensi positif maupun negatif tentang internet dan teknologi. Tapi, cara tersebut memakan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit.
Survei dari Siberkreasi tersebut juga menunjukkan anak muda di emapt kota tersebut paling banyak menggunakan internet untuk hiburan dan media sosial.
Baca juga: Jelang Pilpres, hoax meningkat
Baca juga: Kementerian Kominfo : Isu hoaks semakin beragam
"Sebetulnya, dalam dunia digital, bagaimana membuat masyarakat Indonesia pandai memilah dan memilih konten positif di media sosial. Pandai memanfaatkan alat untuk memberi nilai tambah," kata Menkominfo Rudiantara, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.
Kominfo melakukan literasi digital untuk masyarakat melalui berbagai program, salah satunya melalui gerakan Siberkreasi yang merupakan gabungan dari komunitas dan individu.
Hasil penelitian Siberkreasi terhdap 2.000 orang di Bandung, Denpasar, Surabaya dan Pontianak pada September hingga November 2018 menunjukkan mayoritas responden belajar teknologi digital secara otodidak, jumlahnya di atas 55 persen untuk masing-masing kota.
Selebihnya, responden yang berusia 13-18 tahun tersebut belajar dari keluarga, teman dan dari sekolah.
Melihat temuan tersebut, Rudiantara menyatakan perlu ada evaluasi mengenai literasi digital yang mereka lakukan agar dapat berjalan lebih efektif.
"Bukan berarti yang sudah dilakukan salah, tapi, bagaimana supaya lebih efektif lagi," kata Rudiantara.
Menurut Menkominfo, berdasarkan temuan di empat kota tersebut, jika memang masyarakat menunjukkan kecenderungan untuk belajar literasi digital secara otodidak, kementerian bisa memanfaatkan cara lain agar masyarakat dapat mengakses informasi, misalnya dengan menggandeng operator seluler.
Operator seluler akan mengirim SMS kepada para penggunanya berisi tautan atau link untuk mengakses informasi seputar literasi digital. Tapi, menurut Rudiantara, rencana tersebut perlu ditinjau lebih lanjut.
Menurut dia, literasi digital adalah salah satu cara yang paling strategis agar masyarakat bisa memahami konsekuensi positif maupun negatif tentang internet dan teknologi. Tapi, cara tersebut memakan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit.
Survei dari Siberkreasi tersebut juga menunjukkan anak muda di emapt kota tersebut paling banyak menggunakan internet untuk hiburan dan media sosial.
Baca juga: Jelang Pilpres, hoax meningkat
Baca juga: Kementerian Kominfo : Isu hoaks semakin beragam
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS kirim KKN Dik FKIP ke Sabah, perkuat literasi keuangan dan pemrograman di CLC
16 January 2026 18:07 WIB
Bank Raya beri fasilitas dan pendampingan literasi keuangan untuk Klaster Sidodadi
14 December 2025 19:09 WIB
Kemenkum Jateng dorong penguatan SDM melalui literasi hukum di Kelurahan Mlatiharjo
12 December 2025 18:55 WIB
BI tingkatkan edukasi keuangan untuk antisipasi lonjakan pinjol pada pelajar
08 December 2025 16:57 WIB
SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi
28 November 2025 8:52 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB
Dosen UIN Walisongo paparkan metode melihat hilal yang lebih efisien dan tepat sasaran
30 October 2025 12:03 WIB