
PLN kolaborasi dengan UNS tingkatkan literasi energi terbarukan

Solo (ANTARA) - PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meningkatkan literasi energi terbarukan sebagai bagian dari komitmennya menghadirkan layanan listrik yang andal dan rendah emisi melalui pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC).
Komitmen ini disampaikan dalam Kuliah Umum di Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan tema PLN Mendukung Penggunaan Green Energy Melalui REC di Hall Gedung Sekolah Pascasarjana UNS, Selasa (2/11).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & DI Yogyakarta Bramantyo Anggun Pambudi yang menjadi narasumber utama, menegaskan REC merupakan instrumen hukum yang memastikan penggunaan energi hijau oleh pelanggan.
“REC memberikan pengakuan resmi kepada pelanggan yang berkomitmen menggunakan energi terbarukan. Melalui mekanisme ini, PLN mengajak berperan serta masyarakat aktif dalam transisi menuju energi bersih. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan listrik yang semakin hijau, semakin andal, dan benar-benar berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan upaya ini selaras dengan arah kebijakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menempatkan energi baru terbarukan sebagai prioritas pembangunan pembangkit listrik nasional.
“RUPTL menargetkan 76 persen pembangkit baru berasal dari energi terbarukan, dengan kapasitas EBT mencapai 42,1 GW atau dua kali lipat dari kondisi saat ini. Pemerintah dan PLN telah menegaskan pengalihan bauran energi dari dominasi batu bara menuju energi hijau agar Indonesia berada pada jalur yang jelas menuju Net Zero Emissions 2060,” lanjutnya.
Hadir pada acara tersebut Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Informasi dan Internasionalisasi (PKII) UNS Prof. Irwan Trinugroho didampingi Dekan Sekolah Pascasarjana UNS Prof. Sajidan. Dalam sambutannya, Prof Irwan Trinugroho menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungannya dalam peningkatan wawasan sivitas akademika.
“Terima kasih kepada Bapak Bramantyo selaku GM PLN UID Jateng DIY yang berkenan hadir dan berbagi pengetahuan di Pascasarjana UNS. Kehadiran PLN memberikan nilai tambah yang sangat berarti bagi pengembangan wawasan akademik kami,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi energi bersih di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada civitas akademika mengenai peran PLN dalam penyediaan energi baru terbarukan, skema REC, serta potensi pemanfaatan energi dari pengolahan sampah untuk mendukung Green Campus UNS. Ini sejalan dengan komitmen UNS dalam pengurangan emisi, efisiensi energi, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” jelas Prof. Irwan.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa internasional, salah satunya Hana yang merupakan mahasiswa program doktor asal Aljazair. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai peran PLN dalam mendorong energi bersih di Indonesia.
“Penjelasan Bapak Bramantyo membuka wawasan saya tentang sektor kelistrikan Indonesia dan pencapaian transisi energi dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi saya,” ujar Hana.
Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, PLN berharap semakin banyak generasi muda dan pemangku kepentingan yang memahami pentingnya energi hijau bagi pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan REC menjadi bagian dari strategi besar PLN untuk menyediakan listrik yang tidak hanya andal dan terjangkau, tetapi juga semakin ramah lingkungan bagi seluruh rakyat Indonesia.
PLN akan terus mendorong inovasi, meningkatkan bauran energi terbarukan, dan mendukung target Net Zero Emissions 2060 sebagai wujud tanggung jawab menghadirkan masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan bagi bangsa.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
