
Pemkot Magelang libatkan lansia dalam perencanaan pembangunan

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang menggelar konsultasi publik segmen lansia dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Loka Budaya Alun-Alun Selatan Kota Magelang, Kamis.
Kegiatan bertajuk "Lenggah Sareng Simbah" itu diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), diikuti perwakilan lansia berasal dari 17 kelurahan di daerah setempat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis, menegaskan pembangunan daerah harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dia menjelaskan tujuan tersebut dapat dicapai melalui manajemen pembangunan yang baik, meliputi lima aspek utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pelaporan, serta pertanggungjawaban dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Maka kami butuh masukan panjenengan (lansia) semua, apa yang harus kita lakukan, apa yang masih kurang. Panjenengan juga ikut memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk para lansia, dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2027.
“Konsultasi publik ini saya harapkan para senior citizen berperan aktif memberikan masukan atau usulan atas rancangan awal RKPD Kota Magelang Tahun 2027,” katanya.
Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan penyusunan rencana kerja (renja) masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Selama ini, Pemkot Magelang telah melibatkan lansia dalam berbagai program, mulai dari pengambilan kebijakan hingga pemberdayaan, seperti program Sekolah Lansia.
Seorang lansia berasal dari Kampung Dukuh, Mohtadi, mengusulkan adanya angkutan gratis bagi lansia.
“Harapannya ada angkutan gratis untuk lansia juga, supaya mobilitas kami lebih mudah,” ujarnya.
Warga Perumahan Depkes, Cipto, meminta pemerintah menyediakan infrastruktur yang ramah lansia, seperti fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman.
“Saya juga mendukung adanya pelayanan fasilitas umum ramah lansia, serta angkutan gratis khusus lansia,” kata dia.
Warga Kelurahan Panjang, Etalia Lastri, mengapresiasi berbagai pelatihan yang selama ini diselenggarakan pemerintah, khususnya bagi kelompok usia 35–50 tahun.
Namun, ia menilai keterlibatan lansia masih perlu ditingkatkan.
“Masih ada lansia yang produktif, misalnya bisa membatik. Mohon peserta pelatihan diseleksi dan dievaluasi perorangan agar tepat sasaran,” katanya.
Baca juga: Pemkot Magelang pastikan kebutuhan pokok terjangkau masyarakat
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
