Boyolali siapkan Rp57,4 miliar untuk perbaikan jalan rusak
Jumat, 8 Maret 2019 19:14 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan Bangak–Simo yang rusak di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupat Boyolali, Jumat (8/3). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Boyolali telah menyiapkan anggaran sekitar Rp57,4 miliar untuk perbaikan dan peningkatan jalan yang rusak pada 2019.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boyolali, Budi Wahyono, di Boyolali, Jumat, mengatakan perbaikan beberapa ruas jalan yang rusak itu mulai April mendatang.
Dana perbaikan jalan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Boyolali, Bantuan Keuangan (Bankeu), atau dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Insentif Daerah (DID).
Ia menyebut daerah yang masuk rencana kegiatan perbaikan jalan, antara lain Kecamatan Musuk, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Klego, Karanggede, dan Simo.
"Kami melaksanakan perbaikan dan peningkatan jalan di daerah itu, April 2019. Jalan di Boyolali itu totalnya ada 678 kilometer dan yang akan ditangani tahun ini sekitar 70 kilometer," kata dia.
Perbaikan ruas jalan, antara lain Dali-Karanganyar di Kecamatan Musuk dengan APBD Rp8 miliar, ruas jalan Dragan-Lampar Rp5,2 Miliar, ruas jalan Musuk-Keposong menggunakan APBD Rp7 miliar, ruas jalan Ngrancahkulon-Musuk dengan DID Rp1 miliar,.
Selain itu, lanjut dia, ruas jalan Ngemplak-Kliwonan dengan APBD Rp400 juta dan ruas jalan Canden-Tanjungsari di sekitar Waduk Cengklik dengan DAK Rp7,5 miliar di Kecamatan Ngemplak.
Selain itu, perbaikan ruas jalan yang menggunakan Bankeu, kata dia, jalan Jrebeng-Repaking (Kecamatan Wonosegoro) Rp5 miliar dan ruas jalan Kacangan–Kedungrejo (Andong) Rp7,7 miliar, sedangkan ruas jalan Bangak–Simo menggunakan DAK Rp7,7 miliar.
Ia mengatakan DID juga untuk meningkatkan ruas jalan Simo–Kalioso (Kecamatan Nogosari) Rp2 miliar dan ruas jalan Bade–Batangan (Klego) Rp1 miliar, serta ruas jalan Temon–Kacangan (Andong) Rp2 miliar.
Selain itu, dana APBD juga untuk meningkatkan ruas jalan Walen–Batas Semarang (Simo) Rp2 miliar dan ruas jalan Sempulur–Tretes (Karanggede) Rp1 miliar, serta ruas jalan Simo–Papringan (Sambi) Rp2,5 miliar.
Sejumlah ruas jalan juga akan diperbaiki dengan dana APBD, yakni ruas jalan Cepresan–Kemusu (Andong) Rp2 miliar, ruas jalan Simo–Manyaran (Simo) Rp2 miliar, ruas jalan Sambi–Tanjungsari (Sambi) Rp1,4 miliar.
"Rencana proyek perbaikan jalan tahun ini, masih tahap lelang dan akan memilih skala prioritas terlebih dahulu," katanya.
Pemerintah tetap memperhatikan perbaikan-perbaikan akses jalan agar aktifivas perekonomian masyarakat lancar, tetapi karena keterbatasan anggaran maka harus menentukan prioritasnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boyolali, Budi Wahyono, di Boyolali, Jumat, mengatakan perbaikan beberapa ruas jalan yang rusak itu mulai April mendatang.
Dana perbaikan jalan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Boyolali, Bantuan Keuangan (Bankeu), atau dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Insentif Daerah (DID).
Ia menyebut daerah yang masuk rencana kegiatan perbaikan jalan, antara lain Kecamatan Musuk, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Klego, Karanggede, dan Simo.
"Kami melaksanakan perbaikan dan peningkatan jalan di daerah itu, April 2019. Jalan di Boyolali itu totalnya ada 678 kilometer dan yang akan ditangani tahun ini sekitar 70 kilometer," kata dia.
Perbaikan ruas jalan, antara lain Dali-Karanganyar di Kecamatan Musuk dengan APBD Rp8 miliar, ruas jalan Dragan-Lampar Rp5,2 Miliar, ruas jalan Musuk-Keposong menggunakan APBD Rp7 miliar, ruas jalan Ngrancahkulon-Musuk dengan DID Rp1 miliar,.
Selain itu, lanjut dia, ruas jalan Ngemplak-Kliwonan dengan APBD Rp400 juta dan ruas jalan Canden-Tanjungsari di sekitar Waduk Cengklik dengan DAK Rp7,5 miliar di Kecamatan Ngemplak.
Selain itu, perbaikan ruas jalan yang menggunakan Bankeu, kata dia, jalan Jrebeng-Repaking (Kecamatan Wonosegoro) Rp5 miliar dan ruas jalan Kacangan–Kedungrejo (Andong) Rp7,7 miliar, sedangkan ruas jalan Bangak–Simo menggunakan DAK Rp7,7 miliar.
Ia mengatakan DID juga untuk meningkatkan ruas jalan Simo–Kalioso (Kecamatan Nogosari) Rp2 miliar dan ruas jalan Bade–Batangan (Klego) Rp1 miliar, serta ruas jalan Temon–Kacangan (Andong) Rp2 miliar.
Selain itu, dana APBD juga untuk meningkatkan ruas jalan Walen–Batas Semarang (Simo) Rp2 miliar dan ruas jalan Sempulur–Tretes (Karanggede) Rp1 miliar, serta ruas jalan Simo–Papringan (Sambi) Rp2,5 miliar.
Sejumlah ruas jalan juga akan diperbaiki dengan dana APBD, yakni ruas jalan Cepresan–Kemusu (Andong) Rp2 miliar, ruas jalan Simo–Manyaran (Simo) Rp2 miliar, ruas jalan Sambi–Tanjungsari (Sambi) Rp1,4 miliar.
"Rencana proyek perbaikan jalan tahun ini, masih tahap lelang dan akan memilih skala prioritas terlebih dahulu," katanya.
Pemerintah tetap memperhatikan perbaikan-perbaikan akses jalan agar aktifivas perekonomian masyarakat lancar, tetapi karena keterbatasan anggaran maka harus menentukan prioritasnya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pertamina: Proyek minyak jelantah untuk energi hijau perkuat ketahanan energi
06 February 2026 20:28 WIB
Pemkot Semarang siapkan penyelenggaraan karnaval Dugderan jelang Ramadhan
06 February 2026 19:33 WIB