Bekraf minta pengusaha lokal bijak memasang harga
PENUTUPAN WCCE Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memberikan keterangan pers usai penutupan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua Bali, Kamis (8/11/2018). Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia tersebut ditutup dan mendeklarasikan 21 poin "Bali Agenda for Creative Economy", seperti mempromosikan komitmen politik internasional yang lebih kuat untuk mengatasi tantangan dan merebut peluang ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
"Produk-produk yang bagus tadi karena sudah dikurasi, sudah dipilih, diseleksi, kualitasnya enggak kalah sama produk-produk internasional, tolong harganya jangan murah-murah," ujar Triawan dalam acara MakerFest 2018 di kawasan Gelora Bung Karno, Minggu.
Triawan mengatakan dirinya sering mengajak pengusaha produk lokal mengikuti pameran di luar negeri. Produk-produk buatan anak negeri itu ternyata diakui oleh warga dunia. Namun, para pengusaha itu cenderung memasang harga yang terlalu murah, tidak sebanding dengan kualitas produk yang ditawarkan.
Menurut dia, banyak orang yang sebenarnya bersedia mengeluarkan harga yang sesuai dengan kualitas produknya. Oleh karena itu dia berpesan agar pengusaha produk lokal bisa bijak saat memasang harga.
Baca juga: Triawan Munaf paparkan pencapaian ekonomi kreatif yang disukai milenial
Baca juga: Triawan Munaf berharap arsitek Indonesia dikenal dunia
"Kadang-kadang orang justru membeli kalau harganya sesuai dengan produknya, kualitasnya. Jangan minder kasih harga. Kadang kasih diskon okelah tapi jangan terlalu murah," kata dia.
Kendati demikian, Triawan mengingatkan ada sejumlah konsekuensi yang harus dijalankan apabila pengusaha berani memasang harga tinggi, di antaranya harus menjamin kualitas barang yang dijual, serta memastikan ketepatan waktu saat pengiriman barang.
"Kualitasnya harus dijaga, konsistensi pembuatannya, delivery-nya harus dijaga. Kalau sudah janji sama orang hari Sabtu, jangan jadinya hari Rabu," ujar Triawan.
(Editor : Budi Santosa}.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB
Kasus meninggalnya dua penjambret, Komisi III DPR minta Kejari Sleman hentikan perkara Hogi Minaya
28 January 2026 16:28 WIB
Kemenkum Jateng minta pemda pahami kategorisasi pidana diatur dalam UU 1/2026
19 January 2026 21:06 WIB
HNSI Batang minta nelayan pantura waspadai gelombang tinggi dan angin kencang
14 January 2026 14:52 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB