Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng kebut perbaikan jalan menjelang Lebaran

Sabtu, 14 Februari 2026 05:39 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pengerjaan perbaikan jalan, di Semarang, Jumat (13/2/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengebut perbaikan jalan di wilayah tersebut sebagai persiapan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Untuk provinsi Jawa Tengah, periode triwulan terakhir kita mempunyai hampir 106 paket yang nilainya adalah Rp676 miliar, dan ini sudah selesai," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat.

Selama tiga bulan terakhir, sekitar 106 titik atau ruas jalan diperbaiki dan dibangun yang tersebar di 35 kabupaten/kota, di antaranya ada tiga preservasi ruas jalan yang dicek diresmikan.

Tiga ruas jalan tersebut, meliputi ruas Brigjend Sudiarto Semarang dengan panjang 3,2 km, ruas Semarang—Godong kurang lebih 2 kilometer, dan ruas Weleri—Patean sepanjang 1,8 km, dengan total anggaran Rp77 miliar.

Ia mengatakan preservasi tersebut tidak hanya untuk pemantapan kondisi jalan, tetapi juga akan menghubungkan lalu lintas perekonomian wilayah.

Terhitung hingga saat ini, kata dia, pemantapan jalan provinsi di Jateng sudah mencapai 94 persen.

Namun, hujan dengan curah tinggi yang berlangsung beberapa pekan terakhir mengakibatkan banyak jalan yang berlubang.

Untuk itu, ia memerintahkan agar lubang-lubang jalan itu ditambal sehingga jelang arus mudik lebaran nanti kondisinya kian mantap.

Luthfi juga menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka layanan laporan jalan rusak secara online, terbuka selama 1x24 jam, dan langsung ditanggapi saat itu juga.

"Ini penting agar jalan provinsi bisa terpantau. Untuk kabupaten/kota sudah saya arahkan untuk ikut serta menambal jalan lubang. Sarana prasarana jalan ini menjadi prioritas utama," katanya.

Menurut dia, pemantapan infrastruktur jalan tidak hanya menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan ekonomi dan iklim investasi di daerah.

Konektivitas jalan yang baik menjadi prasyarat utama kelancaran distribusi barang, mobilitas tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada momentum meningkatnya pergerakan orang dan barang menjelang hari raya.

Baca juga: Pemkab Blora anggarkan Rp2,4 M untuk penerangan jalan umum



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026