
Tradisi Sadranan Dusun Pete Kandangan menyembelih 94 kambing

Temanggung (ANTARA) - Tradisi Sadranan di Dusun Pete, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyembelih 94 ekor kambing/domba.
Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna di Temanggung, Jumat, mengatakan tradisi dilakukan masyarakat Desa Kembangsari sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para leluhur, khususnya Kiai Keramat dan Kiai Yudho Kusumo.
Berdasarkan sejarah dan cerita para sesepuh setempat, katanya, kedua orang tersebut tokoh masyarakat yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keagamaan, serta teladan hidup bermasyarakat di wilayah ini.
"Atas jasa dan pengabdian beliau-beliau inilah, masyarakat hingga kini terus menjaga dan melestarikan tradisi Sadranan sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya desa," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan Sadranan setiap dua tahun sekali, ditandai dengan kirab pusaka dan penyembelihan hewan kurban, merupakan wujud syukur warga kepada Allah SWT.
Selain itu, katanya, simbol kebersamaan, gotong royong, dan doa agar masyarakat Desa Kembangsari senantiasa diberikan keselamatan, ketentraman, serta kesejahteraan.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan adat ini," katanya.
Ia berharap, tradisi luhur ini terus terjaga dan menjadi penguat nilai budaya serta spiritual generasi penerus.
Kepala Dusun Pete Arif Fathoni mengatakan kambing yang disembelih pada pelaksanaan tradisi itu 94 ekor, sedangkan ini dilakukan setiap dua tahun sekali.
"Mungkin dari dulunya seperti itu karena mengingat kondisi ekonomi tidak menentu , maka dilakukan dua tahun sekali," katanya.
Ia mengatakan kambing disembelih dan dimasak di tempat itu, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam acara ini.
Baca juga: Sadranan Seribu Ketupat di Temanggung upaya lestarikan sumber air
Pewarta : Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
