Program 5 NG mampu turunkan angka kematian ibu dan bayi
Rabu, 25 Juli 2018 11:29 WIB
Petugas Posyandu menimbang berat bayi pada program Pertamina Sehat Anak dan Ibu Tercinta (Sehati) di kampung nelayan, Belawan, Sumut. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Semarang (Antaranews Jateng) - Legal Resources Center (LRC) untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (KJHAM) mengakui bahwa Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5 NG) efektif dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
"Program `5 NG` itu sangat efektif menurunkan AKI-AKB secara signifikan karena di tingkat desa juga digalakkan, meskipun angkanya belum bisa melampaui target program pembangunan berkelanjutan," kata Direktur LRC-KJHAM Dian Puspitasari di Semarang, Rabu.
Kendati demikian, ia memberikan catatan agar Program "5 NG" juga diiringi dengan pendekatan dari sisi hubungan kesetaraan dalam perkawinan.
"Misalnya `effort` kerja-kerja yang harus dilakukan para suami ketika istrinya melahirkan juga harus diedukasi," ujarnya.
Menurut dia, perlu ada edukasi bagi para kepala rumah tangga untuk juga berkontribusi dalam penurunan AKI-AKB.
Yang juga menjadi permasalahan bersama saat ini, adalah perkawinan usia dini di Jateng yang juga masih tinggi.
"Berdasarkan catatan kami, pada 2016,? perkawinan usia dini di Jateng mencapai 30.132 pengajuan, sedangkan yang dikabulkan sekitar 2.000 pengajuan," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menyebutan, Program "5 NG" diluncurkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Kota Surakarta pada Juli 2016 dan saat ini mulai menunjukkan hasil.
Program `5 NG` tersebut merupakan gerakan gotong royong yang memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat mulai dari hulu hingga hilir yaitu dengan menggerakkan bidan desa dan kader PKK untuk mengedukasi para perempuan sejak pra kehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan.
Selain itu, juga mengajak masyarakat lainnya untuk memberi perhatian khusus pada ibu hamil dan sosialisasi perilaku hidup sehat.
"Program `5 NG` itu sangat efektif menurunkan AKI-AKB secara signifikan karena di tingkat desa juga digalakkan, meskipun angkanya belum bisa melampaui target program pembangunan berkelanjutan," kata Direktur LRC-KJHAM Dian Puspitasari di Semarang, Rabu.
Kendati demikian, ia memberikan catatan agar Program "5 NG" juga diiringi dengan pendekatan dari sisi hubungan kesetaraan dalam perkawinan.
"Misalnya `effort` kerja-kerja yang harus dilakukan para suami ketika istrinya melahirkan juga harus diedukasi," ujarnya.
Menurut dia, perlu ada edukasi bagi para kepala rumah tangga untuk juga berkontribusi dalam penurunan AKI-AKB.
Yang juga menjadi permasalahan bersama saat ini, adalah perkawinan usia dini di Jateng yang juga masih tinggi.
"Berdasarkan catatan kami, pada 2016,? perkawinan usia dini di Jateng mencapai 30.132 pengajuan, sedangkan yang dikabulkan sekitar 2.000 pengajuan," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menyebutan, Program "5 NG" diluncurkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Kota Surakarta pada Juli 2016 dan saat ini mulai menunjukkan hasil.
Program `5 NG` tersebut merupakan gerakan gotong royong yang memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat mulai dari hulu hingga hilir yaitu dengan menggerakkan bidan desa dan kader PKK untuk mengedukasi para perempuan sejak pra kehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan.
Selain itu, juga mengajak masyarakat lainnya untuk memberi perhatian khusus pada ibu hamil dan sosialisasi perilaku hidup sehat.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Mahasiswa Fisioterapis UMS edukasi kader Posyandu Pucangan soal pencegahan risiko jatuh lansia
29 September 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana
31 January 2026 19:29 WIB
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB