KPBS Pekalongan optimistis grosir batik tetap ramai
Minggu, 20 Mei 2018 9:32 WIB
Aktivitas kondisi Pasar Grosir Batik Setono Kota Pekalongan (Foto: Kutnadi)
Pekalongan (Antaranews Jateng) - Koperasi Pengusaha Batik Setono (KPBS) Kota Pekalongan, Jawa Tengah menyatakan optimistis pasar Grosir Batik Setono masih menjadi tempat tujuan utama belanja para pemudik pada saat Lebaran 2018.
Ketua KPBS Kota Pekalongan Dzul Ilmi di Pekalongan, Sabtu mengatakan bahwa keberadaan jalan fungsional tol Batang-Pemalang tidak akan berpengaruh tinggi terhadap penjualan batik di Grosir Setono.
"Meski imbas jalan tol pada 2017 sempat menurunkan omset penjualan batik di Grosir Batik Setono tapi kami optimitis pada Lebaran 2018 kondisi pasar Grosir Batik Setono akan tetap ramai," katanya.
Menurut dia, pada Lebaran 2017 sebagian besar para pemudik tidak mampir ke pasar grosir untuk berbelanja batik sehingga hal itu sempat menurunkan omset penjualan batik hingga 80 persen.
"Akan tetapi, pada Lebaran 2018 kami optimistis tingkat kunjungan konsumen atau pemudik akan ramai karena kami sudah menggencarkan berbagai inovasi dan promosi," katanya.
Pedagang batik pasar Grosir Setono Yahya berharap memasuki Ramadhan 1439 Hijriah penjualan batik sudah bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Mulai awal 2018 kondisi pasar Grosir Batik Setono, kata dia, sudah kembali ramai seiring dengan terjadinya kebakaran pasar tradisional Banjarsari.
"Dampak terbakarnya pasar Banjarsari banyak masyarakat yang membeli batik di pasar Grosir Setono. Oleh karena, kami optimistis pasar Grosir Batik ini akan tetap ramai, apalagi menjelang Lebaran nanti," katanya.
Menurut dia, saat ini produk batik yang diminati masyarakat antara lain gamis, kemeja batik, dan kain batik dengan harga Rp35 ribu per potomg hingga Rp200 ribu/ potong.
"Oleh karena, kami berharap memasuki awal Ramadhan ini khususnya saat Lebaran penjualan batik bisa lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Ketua KPBS Kota Pekalongan Dzul Ilmi di Pekalongan, Sabtu mengatakan bahwa keberadaan jalan fungsional tol Batang-Pemalang tidak akan berpengaruh tinggi terhadap penjualan batik di Grosir Setono.
"Meski imbas jalan tol pada 2017 sempat menurunkan omset penjualan batik di Grosir Batik Setono tapi kami optimitis pada Lebaran 2018 kondisi pasar Grosir Batik Setono akan tetap ramai," katanya.
Menurut dia, pada Lebaran 2017 sebagian besar para pemudik tidak mampir ke pasar grosir untuk berbelanja batik sehingga hal itu sempat menurunkan omset penjualan batik hingga 80 persen.
"Akan tetapi, pada Lebaran 2018 kami optimistis tingkat kunjungan konsumen atau pemudik akan ramai karena kami sudah menggencarkan berbagai inovasi dan promosi," katanya.
Pedagang batik pasar Grosir Setono Yahya berharap memasuki Ramadhan 1439 Hijriah penjualan batik sudah bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Mulai awal 2018 kondisi pasar Grosir Batik Setono, kata dia, sudah kembali ramai seiring dengan terjadinya kebakaran pasar tradisional Banjarsari.
"Dampak terbakarnya pasar Banjarsari banyak masyarakat yang membeli batik di pasar Grosir Setono. Oleh karena, kami optimistis pasar Grosir Batik ini akan tetap ramai, apalagi menjelang Lebaran nanti," katanya.
Menurut dia, saat ini produk batik yang diminati masyarakat antara lain gamis, kemeja batik, dan kain batik dengan harga Rp35 ribu per potomg hingga Rp200 ribu/ potong.
"Oleh karena, kami berharap memasuki awal Ramadhan ini khususnya saat Lebaran penjualan batik bisa lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selvi Ananda bersama Seruni KMP borong Batik Tulis Lasem binaan Semen Gresik
23 April 2026 16:51 WIB
Museum Batik Pekalongan buka layanan edukasi sejarah batik selama libur Lebaran
20 March 2026 16:17 WIB
Berkat pemberdayaan BRI, Batik Malessa ubah kain perca hingga fashion premium
14 December 2025 11:08 WIB
Pemkot Pekalongan komitmen perkuat ekonomi kerakyatan di Festival BTK dan Pekan Batik Nusantara
02 December 2025 15:35 WIB