Logo Header Antaranews Jateng

Gayatri Jateng ramaikan Sekar Setaman Batik Danar Hadi

Sabtu, 7 Maret 2026 19:58 WIB
Image Print
Pergelaran fashion show bergengsi "Sekar Setaman" yang diselenggarakan oleh Batik Danar Hadi. (ANTARA/HO-Pribadi)

Semarang (ANTARA) - Gayatri Jawa Tengah kembali menunjukkan kiprahnya sebagai mitra strategis dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam pergelaran fashion show bergengsi "Sekar Setaman" yang diselenggarakan oleh Batik Danar Hadi.

Acara yang mengusung tema "Harmoni Flora Nusantara" yang berlangsung pada 13 Februari 2026 itu tidak hanya menampilkan keindahan artistik batik, tetapi juga menyambut momen Imlek dan Ramadan dengan pesan keberagaman dan keharmonisan.

Mia Soedarso selaku Pembina Gayatri Jateng menjelaskan bahwa peran organisasinya sebagai jembatan penghubung antara UMKM, khususnya pengusaha perempuan dengan even prestisius, seperti Sekar Setaman Batik Danar Hadi.

"Sehingga acara tidak hanya tentang fashion show, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi dan promosi produk lokal," katanya.

Menurut dia, acara tersebut adalah kesempatan bagi perempuan pengusaha untuk mendapatkan eksposur lebih luas dan berkontribusi dalam pelestarian budaya.

Gayatri Jateng berperan aktif sebagai fasilitator dan koordinator mitra UMKM lokal yang menghadirkan, mengoordinasikan, serta meningkatkan partisipasi UMKM secara profesional dan terstruktur.

Kehadiran UMKM dengan produk berbasis kearifan lokal menjadi bagian integral dari upaya penguatan ekosistem sosial-budaya dan pemberdayaan ekonomi komunitas, yang dijalankan secara kolaboratif, independen, dan berdampak positif.

Beberapa produk unggulan UMKM yang ditampilkan dalam bazaar pendamping acara Sekar Setaman, antara lain ampyang, gula jahe, dan brown sugar dari UMKM Borobudur, Magelang, bulu mata dari Purbalingga, perhiasan dari Solo, serta scrub, lulur, dan sepatu dari Semarang.

Sementara itu, Managing Director Batik Danar Hadi Diana Santosa menegaskan bahwa Sekar Setaman merupakan perpaduan filosofi Nusantara dengan metafora taman bunga.

"Sekar Setaman tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman. Koleksi ini membuktikan bahwa batik terus berkembang sambil tetap berakar pada warisan budaya," katanya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan harapannya agar batik, khususnya Batik Semarangan tetap lestari dan dikenal secara global.

"Batik sebagai warisan budaya lokal diharapkan dapat mendunia dalam dunia mode dan fashion. Saya juga mendorong UMKM di Kota Semarang untuk terus berkembang dan naik kelas, sehingga menjadi contoh bagi pelaku usaha yang sedang merintis," katanya.

Gabriella Annira dan Dheni Anggraini Kusumadewi dari Divisi UMKM Gayatri Jateng yang merupakan perwakilan generasi muda Gayatri berharap, batik dapat menjadi identitas nasional tidak hanya di Jateng, namun di seluruh Indonesia.

Mereka juga berharap UMKM di Jateng juga berkiprah dalam industri batik, agar batik semakin mendunia.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026