Pati,  ANTARA JATENG - Kepolisian Resor Pati, Jawa Tengah, membuatkan sumur bor untuk warga Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, untuk memudahkan warga sekitar mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

"Pemberian bantuan sumur bor ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang hidup di daerah rawan kekeringan, seperti di Desa Keben," kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan di sela-sela peresmian sumur bor di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu.

Dalam peresmian sumur bor tersebut, turut hadir Bupati Pati Haryanto dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andre Amijaya Kusumah.

Ia mengatakan, pembuatan sumur bor tersebut merupakan swadaya dari anggota Kepolisian Resor Pati untuk membantu warga yang sering mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Dengan adanya sumber air tersebut, ia berharap, warga saat musim kemarau warga Desa Keben tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.

Ia berharap, sumber air bersih tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Keben dan sekitarnya.

Sebetulnya, kata dia, banyak warga Pati yang kekurangan air bersih, termasuk warga Desa Keben, sehingga Pemkab Pati, Kodim, serta berbagai instansi bahu membahu membantu meringankan beban warga.

"Mulai dari pemberian bantuan air bersih hingga prorgam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari pemkab," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Polres Pati juga memberikan bantuan ratusan ribu liter air bersih untuk warga yang berada di daerah kekeringan.

Kemudian, lanjut dia, muncul gagasan membuatkan sumur bor agar tidak bergantung pada bantuan air saat musim kemarau.

Ia berharap, bantuan serupa juga diterima warga lainnya yang memang sering mengalami kesulitan air bersih.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengucapkan, terima kasih kepada Polres Pati yang telah berpartisipasi membantu warga yang kesulitan air bersih.

Nantinya, kata dia, Pemkab Pati akan melengkapi bantuan sumur bor dari Polres Pati itu dengan program Pamsimas, termasuk di desa-desa lainnya agar kesulitan air bersih bisa teratasi.

Kepala Desa Keben Karsiman mengungkapkan, dengan adanya sumur bor tersebut, warga kini tidak lagi mengambil air bersih dari sumber yang jaraknya lebih dari satu kilometer.

Rencananya, lanjut dia, sumber air dari sumur bor tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, air minum, dan sebagainya.