Rektor UNS: Kampus Komitmen Junjung Kebhinnekaan
Rabu, 9 Agustus 2017 9:36 WIB
Rektor UNS Surakarta Prof Dr. Ravik Karsidi kiri didampingi Ketua Panitia Lokal SBMPTN Surakarta, Prof Dr SutarnoMSC.Phd saat memberikan keterangn pers di Solo, Selasa (11/4). (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)
Solo, ANTARA JATENG - Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Ravik Karsidi menyatakan kampus berkomitmen menjunjung tinggi kebhinnekaan seiring dengan program Pemerintah Republik Indonesia.
"Kebhinnekaan menjadi komitmen besar bagi kita semua, termasuk jadi komitmen kami di kampus," katanya sebelum acara simposium internasional dengan tema "Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi Dalam Masyarakat Majemuk" di auditorium Kampus UNS di Solo, Rabu.
Ia mengatakan toleransi di Indonesia sudah merupakan keharusan karena Indonesia didukung oleh kondisi kebhinnekaan.
"Tugas masyarakat tinggal memelihara kebhinnekaan dan toleransi ini," katanya.
Meski demikian, katanya, tidak dipungkiri ada gangguan atau percikan kecil sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati.
"Di sini peran kampus juga harus berhati-hati menyikapi ini semua. Kalau kondisi saat ini masih terkendali. Kondisi kebhinnekaan kita masih terjaga dengan baik. Komitmen Presiden untuk ini harus didukung bersama. Oleh karena itu, kami menyambut baik diadakannya simposium internasional MK di UNS," katanya.
Dalam agenda resmi kegiatan pertemuan MK tingkat Asia, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan pidato sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga akan menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
"Kebhinnekaan menjadi komitmen besar bagi kita semua, termasuk jadi komitmen kami di kampus," katanya sebelum acara simposium internasional dengan tema "Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi Dalam Masyarakat Majemuk" di auditorium Kampus UNS di Solo, Rabu.
Ia mengatakan toleransi di Indonesia sudah merupakan keharusan karena Indonesia didukung oleh kondisi kebhinnekaan.
"Tugas masyarakat tinggal memelihara kebhinnekaan dan toleransi ini," katanya.
Meski demikian, katanya, tidak dipungkiri ada gangguan atau percikan kecil sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati.
"Di sini peran kampus juga harus berhati-hati menyikapi ini semua. Kalau kondisi saat ini masih terkendali. Kondisi kebhinnekaan kita masih terjaga dengan baik. Komitmen Presiden untuk ini harus didukung bersama. Oleh karena itu, kami menyambut baik diadakannya simposium internasional MK di UNS," katanya.
Dalam agenda resmi kegiatan pertemuan MK tingkat Asia, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan pidato sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga akan menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN UNS jadi Duta Penguatan Koperasi Merah Putih dan Jaminan Sosial
06 January 2026 18:49 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemprov Jateng sebut kawasan industri jadi magnet investasi tanamkan modali
12 February 2026 20:33 WIB
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen tidak meredup
12 February 2026 19:54 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB