
UNS jadi tuan rumah penyelenggaraan IWAH 2025

Solo (ANTARA) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Workshop on Asian Heritage (IWAH) 2025.
Direktur IWAH dari Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT) Thailand Mongkol Khan di sela kegiatan di Kampus UNS Solo, Jawa Tengah, Senin mengatakan kegiatan tahun ini diikuti 82 peserta.
Ia mengatakan para peserta berasal dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Belanda dan Indonesia. Peserta terdiri atas 63 mahasiswa dan 19 mentor dari akademisi dan praktisi. IWAH 2025 dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai warisan budaya.
Acara ini juga berkontribusi pada SDG 11 tentang Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Workshop ini mendorong peningkatan kesadaran menjaga dan merawat warisan budaya.
“Tahun ini kami datang ke Surakarta yang telah dikenal sebagai kota kreatif oleh UNESCO. Dengan dukungan UNS, Kami belajar bagaimana Surakarta menjadi kota UNESCO. Yang terpenting lagi adalah bagaimana menjaganya untuk masa depan,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan pentingnya kegiatan ini. Lokakarya tidak hanya membahas sejarah tetapi juga keberlanjutan warisan kota. Peserta didorong untuk mengeksplorasi identitas dan keunikan kawasan budaya. Semua itu dilakukan melalui kolaborasi negara dengan perspektif yang beragam.
Ia juga memberi apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan ini. Mahasiswa mengikuti studi lapangan dan diskusi lintas negara. Mereka juga terlibat dalam kerja tim dengan pendampingan mentor akademik.
Menurutnya, kegiatan ini memberi pengalaman belajar terbaik kepada mahasiswa. Dukungan UNS dalam akademik ini juga nampak pada skema penerimaan mahasiswa berbasis riset untuk magister dan doktor. Selain itu, UNS juga membuka peluang program percepatan studi yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi sarjana dan magister dalam lima tahun.
“Saya juga sangat bangga karena workshop ini melibatkan mahasiswa secara aktif melalui studi lapangan, diskusi tema lintas negara, serta kerja kelompok dengan pendampingan akademisi. Inilah pembelajaran terbaik, kombinasi antara teori dan pengalaman nyata,” ujar Prof. Fitria.
Kegiatan IWAH 2025 mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Forum ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan pemuda dalam bidang konservasi budaya. Pembelajaran lintas negara membuat peserta memahami isu pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia. Hal itu menjadi bekal penting untuk generasi berikutnya.
Ketua Program Studi Arsitektur UNS Dr. Fauzan Ali Ikhsan, S.T., M.T., menyampaikan kegiatan ini sangat dinantikan mahasiswa. Menurutnya, IWAH membuka peluang kolaborasi internasional bagi mahasiswa.
“Mahasiswa mendapat pengalaman bagaimana berkolaborasi dengan _
partner internasional. Mereka punya pengalaman baru dalam bentuk kolaborasi dan rekognisi internasional. Yang nanti bisa menambah portofolio mereka saat bekerja,” katanya.
Kegiatan ini juga memperluas kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam forum global. Portofolio dari kegiatan ini menjadi modal penting bagi karier mereka di masa depan. Melalui IWAH, UNS menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan arsitektur. Kegiatan ini juga menegaskan peran UNS dalam pelestarian warisan budaya Asia.
Ketua Kegiatan IWAH 2025 dari UNS Kusumaningdyah Nurul Handayani mengatakan Kota Solo memiliki potensi warisan pusaka yang besar.
Meski demikian, kalau tidak dikelola dengan baik maka Solo akan menghadapi masalah yang sama dengan kota-kota lain di Asia Tenggara, yakni gentrifikasi. Ia menjelaskan istilah gentrifikasi merupakan perubahan karakter lingkungan akibat masuknya arus modal dan gaya hidup modern.
Ia mengatakan kondisi ini dikhawatirkan dapat meminggirkan nilai-nilai lokal dan nilai sejarah.
"Isu gentrifikasi dan modernisasi ini cukup kuat. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita mempertahankan cultural sustainable identity Kota Solo. Kota ini boleh modern, tapi tidak boleh meninggalkan konteks lokalnya," katanya.
Sementara itu, Fakultas Teknik (FT) UNS Surakarta menyelenggarakan 6th International Workshop on Asian Heritage (IWAH) 2025. Acara luring ini berlangsung selama 5 hari, pada Senin-Kamis (24-27). IWAH 2025 mengusung tema Weaving The Future: Asian Heritage, Creativity and Cultural Sustainability yang relevan dengan isu pelestarian budaya.
Workshop sebagai puncak acara IWAH 2025 berlangsung secara luring di UNS Inn, setelah tiga sesi daring yang diselenggarakan sejak Oktober. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan diskusi tematik. Acara ini menjadi wadah penting bagi pertukaran gagasan lintas negara Asia.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
