Logo Header Antaranews Jateng

Ini strategi yang harus dimiliki mahasiswa vokasi di era disrupsi

Sabtu, 29 November 2025 15:02 WIB
Image Print
Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (BEM SV UNS) melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa menyelenggarakan VOCARE 2025 (Vocational Career & Regeneration Movement) (HO - Istimewa)

Solo (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (BEM SV UNS) melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa menyelenggarakan VOCARE 2025 (Vocational Career & Regeneration Movement) sebagai bagian dari rangkaian program penguatan karakter vokasional dan kesiapan karier mahasiswa.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin cepat berubah akibat digitalisasi, otomatisasi, dan transformasi sistem industri global.

Ketua Pelaksana VOCARE 2025, Aledya Anastasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk membangun mentalitas vokasional yang kuat di kalangan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa VOCARE tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga medium pembinaan kader, regenerasi kepemimpinan, dan penyelarasan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia profesional.

Menurutnya, mahasiswa vokasi perlu memiliki kemampuan teknis yang kuat sekaligus kesiapan mental dan karakter agar mampu menghadapi perubahan yang cepat dan dinamika industri yang kompleks.

Ia berharap hadirnya VOCARE dapat menjadi proses pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi mahasiswa, baik selama di kampus maupun setelah memasuki dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, Presiden BEM SV UNS, Rafi Atalla, menegaskan bahwa VOCARE adalah ruang yang penting bagi mahasiswa vokasi untuk memperkuat diri sebelum memasuki dunia profesional.

Ia menilai bahwa tantangan dunia kerja hari ini tidak hanya terletak pada kompetisi kemampuan, tetapi juga dalam ketahanan mental, fleksibilitas berpikir, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Melalui kegiatan ini, ia berharap mahasiswa mampu memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat nilai vokasional sebagai identitas yang membedakan mereka dengan lulusan jalur pendidikan lainnya.

Pada sesi utama kegiatan, VOCARE menghadirkan pembekalan karier dari Edi Priyanto, praktisi senior di bidang Human Capital di PT Pelindo Multi Terminal.

Dalam materi bertema “Berbekal Nilai, Melangkah Pasti : Menyiapkan Diri Menghadapi Dunia Pasca Kampus,” Edi menggambarkan bahwa dunia kerja saat ini berada dalam lingkungan yang tidak stabil, penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Kondisi tersebut hadir akibat disrupsi teknologi, inovasi bisnis, kecerdasan buatan, serta perubahan perilaku industri.

Ia menegaskan bahwa tantangan hari ini berbeda dengan satu atau dua dekade sebelumnya, sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada keahlian teknis, tetapi juga pada kemampuan manajerial diri dan ketangguhan mental.

Dalam penjelasannya, Edi menyampaikan bahwa kemampuan teknis hanya menjadi sebagian kecil dari faktor keberhasilan seseorang.

Ia menekankan bahwa karakter personal seperti integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, adaptasi, etika kerja, serta pola komunikasi menjadi penentu utama kesuksesan lulusan baru.

Banyak mahasiswa, ujarnya, memiliki pengetahuan yang baik namun belum siap menghadapi kenyataan dunia kerja yang menuntut profesionalitas, konsistensi, mental tangguh, dan kemampuan untuk terus berkembang.

Ia mengingatkan bahwa dunia kerja bukan arena untuk mengalahkan orang lain, melainkan ruang untuk mengalahkan keterbatasan diri secara konsisten.

Lebih jauh, Edi menyoroti keunggulan mahasiswa vokasi yang sejak awal telah dipersiapkan melalui pendekatan praktis dan pembelajaran berbasis pengalaman industri.

Namun ia menegaskan bahwa keunggulan tersebut baru akan memberikan nilai pembeda jika dibarengi karakter kuat dan identitas profesional yang jelas.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui tujuan hidupnya, memahami arah pengembangan diri, dan secara sadar membangun rekam jejak melalui karya, pengalaman magang, jejaring profesional, dan kontribusi nyata.

Edi menutup penyampaian materi dengan pesan bahwa masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang hanya menguasai ilmu, tetapi oleh mereka yang siap belajar sepanjang hayat, mampu beradaptasi, dan memiliki karakter yang kuat.

Ia mengajak mahasiswa vokasi untuk tidak hanya mempersiapkan diri sebagai lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi sebagai insan profesional yang membawa manfaat dan memberikan kontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan negara.

Dengan diselenggaranya VOCARE 2025, Sekolah Vokasi UNS berharap dapat melahirkan generasi vokasional yang tidak hanya kompeten dan siap bekerja, tetapi juga memiliki daya juang, etika, dan karakter sebagai profesional masa depan.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026