Harga Ikan di PPI Tambak Lorok Naik
Selasa, 11 Agustus 2015 22:17 WIB
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
"Semua jenis ikan saat ini harganya naik sekitar Rp3.000/kg, jika biasanya Rp8.000/kg sekarang menjadi Rp11.000/kg," kata salah satu pengepul ikan di PPI Tambak Lorok Selamet di Semarang, Selasa.
Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan dampak dari menipisnya ketersediaan ikan. Beberapa waktu terakhir ini, hasil tangkapan ikan dari nelayan mengalami penurunan.
Selamet mengaku, jika kondisi normal sebagian besar pengepul membeli ikan dari nelayan dengan harga Rp5.000/kilogram sehingga pengepul memperoleh keuntungan sekitar Rp1.000-2.000/kilogram.
"Naiknya harga ikan di sini disebabkan jumlah ikan yang diterima oleh pengepul dari nelayan menurun sehingga harga ikan di PPI menjadi naik," katanya.
Untuk ikan yang saat ini ada di pasaran di antaranya ikan teri, wader, layur, tengiri, udang, dan cumi.
Meski terjadi penurunan hasil tangkapan yang berakibat pada kenaikan harga jual, diakuinya penjualan ikan masih berjalan baik.
Untuk waktu pelelangan ikan di PPI Tambak Lorok tetap dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pukul 07.30 WIB dan siang pukul 13.00 WIB.
"Kebanyakan para pembeli yang datang ke PPI adalah pedagang dari Pasar Rejo Mulyo Pengapon atau Pasar Kobong. Selain itu, banyak juga yang dari luar kota," katanya.
Beberapa pedagang dari luar kota kebanyakan dari Yogyakarta wilayah kota, Gunung Kidul, Solo, bahkan sampai ke luar provinsi yaitu Pacitan Jawa Timur.
Salah satu nelayan di PPI Tambak Lorok Suroso mengatakan harga ikan naik karena hasil tangkapan nelayan setiap kali melaut menurun. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Harapannya cuaca bisa kembali stabil agar nelayan bisa mendapatkan ikan yang lebih banyak, dengan demikian harga ikan juga stabil," katanya.
Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan dampak dari menipisnya ketersediaan ikan. Beberapa waktu terakhir ini, hasil tangkapan ikan dari nelayan mengalami penurunan.
Selamet mengaku, jika kondisi normal sebagian besar pengepul membeli ikan dari nelayan dengan harga Rp5.000/kilogram sehingga pengepul memperoleh keuntungan sekitar Rp1.000-2.000/kilogram.
"Naiknya harga ikan di sini disebabkan jumlah ikan yang diterima oleh pengepul dari nelayan menurun sehingga harga ikan di PPI menjadi naik," katanya.
Untuk ikan yang saat ini ada di pasaran di antaranya ikan teri, wader, layur, tengiri, udang, dan cumi.
Meski terjadi penurunan hasil tangkapan yang berakibat pada kenaikan harga jual, diakuinya penjualan ikan masih berjalan baik.
Untuk waktu pelelangan ikan di PPI Tambak Lorok tetap dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pukul 07.30 WIB dan siang pukul 13.00 WIB.
"Kebanyakan para pembeli yang datang ke PPI adalah pedagang dari Pasar Rejo Mulyo Pengapon atau Pasar Kobong. Selain itu, banyak juga yang dari luar kota," katanya.
Beberapa pedagang dari luar kota kebanyakan dari Yogyakarta wilayah kota, Gunung Kidul, Solo, bahkan sampai ke luar provinsi yaitu Pacitan Jawa Timur.
Salah satu nelayan di PPI Tambak Lorok Suroso mengatakan harga ikan naik karena hasil tangkapan nelayan setiap kali melaut menurun. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Harapannya cuaca bisa kembali stabil agar nelayan bisa mendapatkan ikan yang lebih banyak, dengan demikian harga ikan juga stabil," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus tebar benih ikan di saluran sekunder untuk kampanye kebersihan sungai
10 April 2026 15:33 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
PLN dukung program bantuan pasang baru listrik untuk 1.000 keluarga tidak mampu di Jawa Tengah
17 jam lalu
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB
Legislator: Pertumbuhan ekonomi Jateng harus berdampak ke kesejahteraan masyarakat
13 May 2026 19:45 WIB
KAI Purwokerto tambah kapasitas kereta 1450 tempat duduk pada libur panjang akhir pekan
13 May 2026 19:39 WIB