Hunian Tetap Korban Longsor Jemblung Segera Dibangun
Rabu, 15 April 2015 14:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12). Presiden Joko Widodo meninjau langsung proses evakuasi korban. ANTARAFOTO/Idhad Zakaria/Asf/m
"Pemerataan lahan sudah selesai, kami masih menunggu RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan gambar dari Dinas Pekerjaan Umum untuk dikirim ke Jakarta. Insya Allah bulan ini sudah mulai dibangun," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio di Banjarnegara, Rabu.
Ia mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap bagi 27 keluarga korban longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, akan menggunakan dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut dia, pembangunan hunian tetap itu juga akan dilakukan untuk keluarga yang rumahnya terancam bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, dan Dusun Banaran, Desa Duren, Kecamatan Pagedongan.
"Di Pencil ada 38 keluarga sedangkan Banaran ada 21 keluarga. Jadi, pembangunan hunian tetap di tiga lokasi itu akan dilakukan berbarengan," katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap bagi keluarga korban longsor Dusun Jemblung akan dilakukan di Dusun Suren, Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 6.100 meter persegi.
Dia mengakui bahwa tanah bakal relokasi itu tidak 100 persen aman sehingga harus ada sistem drainase dan bronjong.
"Jadi, kita akan melakukan bronjongisasi dulu. Kita akan bronjong semuanya harus yakin benar-benar aman. Setelah yakin aman, baru kemudian dibangun," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melakukan pematangan tanah sambil menunggu dana dari BNPB.
Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.
Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.
Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga Minggu (21/12) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.
Selanjutnya, enam jenazah korban longsor Dusun Jemblung ditemukan petugas gabungan secara bertahap di tempat terpisah sehingga secara keseluruhan jumlah jenazah yang ditemukan mencapai 101 orang.
Hingga saat ini, sebanyak 27 keluarga korban longsor yang selamat menempati hunian sementara berupa rumah-rumah warga yang disewa oleh Pemkab Banjarnegara.
Ia mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap bagi 27 keluarga korban longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, akan menggunakan dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut dia, pembangunan hunian tetap itu juga akan dilakukan untuk keluarga yang rumahnya terancam bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, dan Dusun Banaran, Desa Duren, Kecamatan Pagedongan.
"Di Pencil ada 38 keluarga sedangkan Banaran ada 21 keluarga. Jadi, pembangunan hunian tetap di tiga lokasi itu akan dilakukan berbarengan," katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap bagi keluarga korban longsor Dusun Jemblung akan dilakukan di Dusun Suren, Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 6.100 meter persegi.
Dia mengakui bahwa tanah bakal relokasi itu tidak 100 persen aman sehingga harus ada sistem drainase dan bronjong.
"Jadi, kita akan melakukan bronjongisasi dulu. Kita akan bronjong semuanya harus yakin benar-benar aman. Setelah yakin aman, baru kemudian dibangun," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melakukan pematangan tanah sambil menunggu dana dari BNPB.
Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.
Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.
Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga Minggu (21/12) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.
Selanjutnya, enam jenazah korban longsor Dusun Jemblung ditemukan petugas gabungan secara bertahap di tempat terpisah sehingga secara keseluruhan jumlah jenazah yang ditemukan mencapai 101 orang.
Hingga saat ini, sebanyak 27 keluarga korban longsor yang selamat menempati hunian sementara berupa rumah-rumah warga yang disewa oleh Pemkab Banjarnegara.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng: Harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terkendali jelang Idul Adha
17 May 2026 19:02 WIB
Rektor: Kekhasan ilmu jadi strategi PTS tetap bisa bersaing rebut calon mahasiswa
23 April 2026 20:06 WIB
Gubernur Jateng pastikan pelayanan dasar kesehatan masyarakat tetap prioritas
11 April 2026 5:58 WIB
Anggota DPD nilai WFH bagi ASN di daerah bantu tingkatkan efisiensi-kinerja tetap terjaga
09 April 2026 13:06 WIB
Gubernur Jateng pastikan persediaan pangan tetap aman meski terdampak banjir
07 April 2026 20:12 WIB
Semen Gresik gelar Gemba Management pastikan operasional tetap aman dan optimal
07 April 2026 15:46 WIB