
Gubernur Jateng pastikan persediaan pangan tetap aman meski terdampak banjir

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa kondisi persediaan pangan di wilayah tersebut tetap aman meskipun sejumlah daerah terdampak bencana banjir.
"Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat," kata Ahmad Luthfi di Surakarta, seperti keterangan diterima di Semarang, Selasa.
Menurut dia, ketahanan pangan Jateng masih kuat karena produksi pangan daerah tetap surplus, bahkan mampu menopang kebutuhan nasional.
Apabila ada sawah yang terdampak bencana, kata dia, pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.
"Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani kita bisa terangkat," katanya.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng menunjukkan neraca pangan daerah masih dalam kondisi relatif aman, yakni per Maret 2026, neraca beras Jateng tercatat surplus sebesar 702.409 ton.
Selain beras, surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur selama periode Januari–Maret 2026 sehingga kebutuhan masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif hingga awal April 2026.
Untuk komoditas padi, dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasinya telah mencapai 4.169.353 ton atau sekitar 39,48 persen.
Sedangkan produksi jagung dari target 3.700.000 ton telah mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen.
Adapun kedelai masih berada pada tahap awal, dengan realisasi 762 ton dari target 52.790 ton, atau sekitar 1,44 persen.
Untuk komoditas hortikultura, produksi bawang merah tercatat 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen).
Pada sektor peternakan, produksi telur mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95 persen), daging 311.042 ton dari target 942.497 ton (33 persen), serta susu 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41 persen).
"Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini bisa merata, dan menjaga stabilitas harga," ujar Frans, sapaan akrabnya.
Dalam mendukung pencapaian target produksi, Pemerintah Provinsi Jateng mengalokasikan berbagai program strategis pada 2026.
Di antaranya, bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah TSS seluas 25 hektare.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier, dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian, mencakup penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Baca juga: Kejari Semarang memusnahkan berbagai barang bukti kasus pidana di triwulan I 2026
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
