
Pemkab Banjarnegara percepat penanganan tanggul irigasi yang jebol

Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mempercepat penanganan tanggul saluran irigasi di Desa Gemuruh Kecamatan Bawang yang jebol pada Selasa (26/5) yang berdampak kepada sektor pertanian di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan, Peternakan dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Adi di Banjarnegara, Jumat, mengatakan sedikitnya enam desa terdampak kerusakan saluran irigasi tersebut.
“Desa terdampak meliputi Gemuruh, Masaran, Serang, Kutayasa, Binorong dan sebagian Mantrianom,” katanya.
Tanggul irigasi tersebut jebol karena tingginya debit air sehingga tidak dapat menahan derasnya arus air.
Menurut dia, dampak kerusakan saluran irigasi tersebut tidak hanya dirasakan petani di Kecamatan Bawang, juga sebagian wilayah Kecamatan Purwonegoro yang selama ini mengandalkan pasokan air dari saluran tersebut.
Ia mengatakan luas lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan dan kajian oleh pihak terkait, sehingga jumlahnya masih dapat berubah.
“Untuk sementara luas lahan terdampak di Kecamatan Bawang sekitar 161 hektare dan sebagian wilayah Kecamatan Purwonegoro,” katanya menegaskan.
Ia mengatakan sebagian besar lahan pertanian di wilayah terdampak saat ini baru memasuki masa panen, sedangkan sebagian lainnya tengah bersiap memasuki musim tanam berikutnya.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat dampak jebolnya irigasi belum terlalu besar terhadap tanaman padi yang sedang tumbuh.
Namun apabila kerusakan tidak segera ditangani, lanjut dia, hal itu berpotensi mengganggu jadwal tanam petani pada musim tanam mendatang.
“Kami bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banjarnegara dan instansi terkait juga terus melakukan pendataan serta kajian dampak kerusakan irigasi terhadap sektor pertanian dan potensi kerugian petani,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah percepatan penanganan serta memastikan distribusi air untuk lahan pertanian dapat kembali normal.
Ia mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) telah melakukan langkah penanganan awal terhadap kerusakan saluran irigasi sekunder tersebut.
“Langsung ada penanganan dari BBWSSO untuk irigasi sekunder, prediksi kurang dari dua bulan akan selesai penanganannya,” kata Firman.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
