Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang tangani dampak jebolnya tanggul Sungai Plumbon

Kamis, 5 Maret 2026 08:39 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang melakukan penanganan darurat atas dampak jebolnya tanggul Sungai Plumbon pada Rabu (4/3) dini hari yang mengakibatkan luapan air berdampak ke permukiman warga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Rabu, menjelaskan bahwa penanganan fisik sungai tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Meski demikian, kata dia, Pemkot Semarang tetap bertanggung jawab dalam upaya pembersihan dan perbaikan darurat bagi warga terdampak.

Ia memastikan koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk menangani dampak luapan air Sungai Plumbon yang masuk ke pemukiman warga.

"Memang itu (pengelolaan sungai, red.) kan miliknya BBWS. Namun jebolnya tanggul memberi dampak kepada warga Kota Semarang yang tinggal di sekitarnya," katanya.

Ia mendapatkan laporan tanggul Sungai Plumbon jebol sekitar pukul 02.00 WIB yang air meluap menggenangi permukiman warga di sekitarnya.

"Sekarang sudah tinggal lumpurnya, ya itu sudah dibersihkan. Jadi kita berbagi, di sini, membenahi dan lain-lainnya di sana (juga)," katanya.

Ia juga menyoroti adanya penundaan proyek normalisasi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Agustina berharap anggaran perbaikan dapat segera diturunkan agar penanganan permanen di Sungai Plumbon bisa segera terealisasi.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya PUPR dan BBWS di lokasi, kalau kasih anggaran ya segera turunkan. Karena kewajiban Kota Semarang itu hanya meringankan," katanya.

"Untuk normalisasi sungai yang miliknya BBWS, itu kemudian terjadi penundaan setelah Covid. Nanti turun, mudah-mudahan kalau tahun ini bisa diperbaiki," lanjutnya.

Selain permasalahan di Mangkang, ia juga memberikan perhatian pada kondisi wilayah Rowosari yang secara geografis memiliki risiko serupa.

Menurut dia, diperlukan upaya teknis khusus untuk memperkuat tanggul di wilayah yang memiliki kontur tanah lebih rendah tersebut.

"Ya, nanti pasti akan dilakukan penanganan khusus, karena itu kan seperti mangkok, posisinya lebih rendah, lapangan kan sebelahnya. Cuma harus ada upaya untuk membuat tanggul lah, paling tidak," katanya.

Ke depan, Pemkot Semarang berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola saluran air di titik-titik rawan, dengan memperlebar drainase agar debit air dapat mengalir sesuai jalurnya dan tidak lagi meluap ke area pemukiman.

"Nanti di depan itu kita akan buat saluran yang lebar dan mengatur saluran supaya airnya bisa dikembalikan. Karena jalur air itu tetap jalur air, dan akan menjadi prioritas kita," pungkasnya.

Baca juga: Gubernur Jateng: Jalan Semarang-Godong ditargetkan bisa dilalui H-7 Lebaran



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026