
Pemkab Demak beri trauma healing siswa keracunan MBG

Demak (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Jawa Tengah memberikan trauma healing (penyembuhan psikologis) kepada siswa yang keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, kabupaten setempat.
"Trauma healing diberikan dengan metode hypnotherapy untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa maupun guru setelah kejadian keracunan makanan tersebut. Sasaran tidak hanya terhadap siswa yang sebelumnya keracunan, termasuk guru yang tidak ikut mengonsumsi makanan juga ada yang mengalami trauma, sehingga juga diberikan terapi serupa," kata Kepala Puskesmas Kebonagung Arif Setiawan di Demak, Jumat.
Ia menjelaskan sejumlah guru mengalami trauma setelah melihat kondisi siswa yang muntah akibat peristiwa tersebut. Bahkan, ada beberapa siswa yang masih merasa takut untuk kembali menerima makanan dari program MBG, sehingga diperlukan pendampingan secara bertahap.
Pemulihan kondisi psikologis siswa yang menempuh pendidikan di bawah Yayasan YASUA Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung tidak hanya sekali, ketika membutuhkan terapi tambahan akan dilakukan hingga benar-benar pulih.
Menurut dia, pihak Puskesmas terus melakukan pemantauan terhadap siswa dan guru yang terdampak agar kondisi psikologis mereka segera pulih.
Selain terapi, petugas kesehatan juga memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan makanan dan mencuci tangan menggunakan sabun guna mencegah potensi keracunan kembali terjadi.
"Kami juga melakukan cek kesehatan dan pemantauan melalui unit kesehatan sekolah (UKS) terhadap adik-adik kelas. Saat ini banyak yang sudah bisa menerima kembali dan siap menerima makanan," ujarnya.
Ia menambahkan pihak pondok pesantren maupun sekolah juga diminta tetap melakukan pengawasan terhadap proses penyajian makanan, termasuk memastikan proses memasak dilakukan dengan baik pada pagi dan siang hari.
Sebelumnya, sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Kebonagung mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG yang disediakan SPPG Desa Pilangwetan.
Dari 1.500-an penerima manfaat di sekolah, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), MTs, hingga Madrasah Aliyah (MA), tercatat ada 134 siswa yang diduga terdampak. Sebanyak 68 siswa menjalani rawat inap dan 66 siswa rawat jalan.
Baca juga: 400 siswa MAN Demak "serbu" Fakultas Kedokteran UIN Walisongo
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
