Logo Header Antaranews Jateng

Undip: UTBK-SNBT semakin ketat mencegah kecurangan

Selasa, 21 April 2026 08:52 WIB
Image Print
Rektor Universitas Diponegoro Semarang Suharnomo didampingi Wakil Rektor I Undip Heru Susanto menyampaikan pernyataan kepada media di Semarang, Senin (20/4/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) memastikan penyelenggaraan setiap tahun ujian itu semakin ketat untuk mencegah kecurangan.

Wakil Rektor I Undip Heru Susanto di Semarang, Senin, membenarkan bahwa dalam pelaksanaan UTBK tidak menutup kemungkinan menjumpai peserta melakukan upaya kecurangan dengan berbagai cara.

Pada UTBK-SNBT 2025, Undip juga berhasil menemukan peserta yang diduga akan melakukan kecurangan saat pelaksanaan ujian dengan memasang alat komunikasi.

Oleh karena itu, kata dia, dilakukan pengetatan pada tahun ini, salah satu contohnya pada UTBK-SNBT tahun ini peserta tidak bisa langsung memilih lokasi ujian, dan hanya lokasi kotanya.

"Misalkan memilih (lokasi ujian) kotanya Semarang begitu. Tetapi, mereka tidak bisa memilih Semarang itu apakah di Undip atau mungkin di tempat lain," katanya.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan panitia UTBK-SNBT sebagai kontrol agar upaya-upaya kecurangan tidak terjadi pada tahun ini.

Tentunya, kata dia, pembaharuan juga terus dilakukan pada sistem, perangkat, langkah teknis, termasuk metode skrining terhadap peserta UTBK-SNBT pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dengan perbaikan yang dilakukan dari pusat, kemudian yang dijalankan Undip, ditambah beberapa instrumen, seperti skrining sebelum peserta masuk, mestinya hal-hal yang tidak diinginkan itu bisa dihindari," katanya.

Meski demikian, kata dia, panitia terbuka jika ada informasi sekecil apa pun yang mengindikasikan potensi terjadinya kecurangan yang dilakukan peserta UTBK-SNBT agar bisa diantisipasi.

"Kami sangat 'welcome' ketika ada informasi-informasi yang kemudian mengindikasikan bahwa adanya kecurangan dilakukan oleh peserta," katanya.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Undip diikuti 23.933 peserta yang berlangsung pada 21-29 April 2026 di berbagai lokasi di kampus Undip Tembalang maupun Pleburan.

Undip menyediakan setidaknya 1.400 komputer untuk pelaksanaan UTBK-SNBT dan memastikan bahwa Undip berupaya menghadirkan layanan UTBK yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga ramah bagi seluruh peserta.

"Kami ingin setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata Rektor Undip Suharnomo.

Pada pelaksanaan UTBK tahun ini, terdapat enam peserta disabilitas yang terdiri atas penyandang tunadaksa dan tunarungu.

Undip telah menyiapkan dukungan dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih optimal.


Baca juga: UTBK-SNBT 2026 di Undip diikuti 23.933 peserta



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026