
Gubernur Jateng minta BUMD lebih kreatif untuk dongkrak PAD

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada jajaran direksi badan usaha milik daerah (BUMD) di bawah naungannya agar lebih kreatif dalam menjalankan usahanya demi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
"Saat ada keterbatasan fiskal dari pemerintah provinsi dalam membangun daerah, maka yang diandalkan adalah terobosan kreatif untuk mengembangkan BUMD," katanya, di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga unit BUMD Provinsi Jawa Tengah.
Ketiga BUMD tersebut, yakni PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).
Menurut dia, seluruh BUMD harus punya terobosan kreatif dengan menggandeng berbagai pihak agar memilik daya guna dan daya saing
Sebab, kata dia, banyak sekali potensi pengembangan bisnis yang dapat dilakukan oleh masing-masing BUMD.
Untuk itu, ia meminta agar BUMD menggandeng pemangku kepentingan lain seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), dan lainnya
Ia meminta agar pengelolaan BUMD mampu memberikan keuntungan atau pemasukan terhadap PAD yang akan berkontribusi atau digunakan untuk pembangunan daerah.
Bahkan, Luthfi menegaskan tidak segan-segan untuk mengevaluasi direksinya apabila pengelolaan BUMD tersebut tidak efektif.
"Tidak peduli komisaris atau direktur utama, selama tidak efektif akan kami evaluasi," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Adapun dalam RUPS tersebut, Ahmad Luthfi mengapresiasi beberapa kinerja bagus yang sudah dilakukan oleh sejumlah BUMD, misalnya PT JTAB yang secara simultan ikut menjaga inflasi melalui gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kios-kios JTAB yang ada di beberapa daerah.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
