Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Semarang menegaskan tidak ada jual beli jabatan direksi BUMD

Selasa, 27 Januari 2026 08:30 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat melantik Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk periode 2025–2029 Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, di Semarang, Senin (26/1/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan direksi badan usaha milik daerah (BUMD) dilakukan tanpa praktik jual beli jabatan.

"Proses pengisian jabatan ini dilaksanakan dengan sangat tertib, transparan, sesuai dengan ketentuan undang-undang. Saking hati-hatinya jadi lama," katanya, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikannya saat pelantikan Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso untuk periode 2025–2029.

Menurut dia, jabatan Direktur PT Taman Satwa Semarang merupakan posisi strategis karena Semarang Zoo memiliki peran penting sebagai ruang rekreasi, edukasi, sekaligus kawasan konservasi satwa.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa proses pengisian kursi direksi tersebut dilakukan secara hati-hati dan profesional.

Ia pun secara terbuka menanggapi isu terkait dugaan adanya transaksi dalam pengangkatan jabatan, seraya menegaskan bahwa praktik tersebut tidak dibenarkan dalam kepemimpinannya.

"Di Kota Semarang ini penting untuk disampaikan tidak boleh (transaksi jabatan, red.), tidak ada, dan bahkan dipikirkan pun tidak," katanya.

Dalam kepemimpinannya, kata dia, seluruh pengisian jabatan dilakukan dengan orientasi kerja bersama untuk kepentingan Kota Semarang, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sumber daya manusia.

Untuk menjaga integritas pengambilan keputusan strategis, Pemerintah Kota Semarang menerapkan pendekatan kehati-hatian.

"Kami akan mencoba 'secret action and silence' untuk semua hal yang bersifat strategis dan memiliki potensi untuk dimainkan oleh orang-orang yang tidak pernah berjalan," katanya.

Rangkaian seleksi melibatkan panitia dari luar serta lembaga independen yang memiliki integritas dan kepakaran, hingga akhirnya menetapkan direktur terpilih.

Ia juga berpesan agar Semarang Zoo difokuskan sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang profesional dan berkelanjutan, dengan peningkatan kualitas pelayanan, kesejahteraan satwa, serta inovasi wahana ramah anak dan keluarga.

Selain itu, Agustina mendorong pengembangan kawasan yang lebih alamiah melalui penataan sederhana namun edukatif untuk memperkuat pengalaman belajar, rekreasi, dan fungsi konservasi.

Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo.

"Taman satwa ini harus naik kelas, karena sekarang ini kan hasil audit dari kementerian kehutanan nilai kita kan C, nah nanti akan bertahap menjadi B kemudian menjadi A," katanya.

Bimo menambahkan peningkatan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi akan menjadi fokus utama, termasuk persiapan menghadapi libur Lebaran serta penguatan program kesejahteraan satwa di Semarang Zoo.



Baca juga: Semarang Zoo menyambut Tahun Baru dengan berbagai even



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026