Logo Header Antaranews Jateng

Bajaj Maxride komitmen ciptakan moda transportasi inklusif di Kota Solo

Sabtu, 24 Januari 2026 14:16 WIB
Image Print
Moda transportasi Bajaj Maxride melintasi salah satu kawasan di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Bajaj Maxride berkomitmen menciptakan moda transportasi inklusif di Kota Solo, Jawa Tengah.

General Manager Bajaj Maxride Antonio Gratiano, Sabtu mengatakan komitmen untuk menjadi moda transportasi yang beragam sekaligus terbuka dan saling mendukung dengan moda transportasi lain ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

Ia memastikan segmentasi pasar bajaj ini tidak sama dengan ojek online.

“Layanan Max Auto lebih mengarah pada penggunaan kendaraan roda dua dan roda tiga (Bajaj) yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari sisi kapasitas, fungsi, maupun fleksibilitas penggunaan,” katanya.

Selain berfungsi menjadi kendaraan umum, dikatakannya, moda transportasi ini juga berperan sebagai kendaraan niaga dan operasional.

“Pengalaman di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak hotel, kawasan wisata, dan area komersial yang telah membeli unit Bajaj untuk digunakan sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, hingga angkutan barang operasional,” katanya.

Ia menilai model pemanfaatan ini relevan untuk diterapkan juga di Solo yang memiliki banyak area wisata, kawasan budaya, dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kehadiran Bajaj Maxride di Solo bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, melainkan untuk mendukung keberagaman pilihan transportasi. Dengan ekosistem transportasi yang saling melengkapi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak opsi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan tetap memberikan layanan operasional di Solo untuk kepentingan masyarakat luas.

“Berdasarkan pemantauan kami di berbagai lini masa sosial media, sangat banyak warga Solo yang mendukung dan berharap kami dapat tetap melayani mereka di Kota Solo. Hal ini kami dapatkan dari hasil pemantauan langsung sentimen positif dari pengguna Bajaj Maxride di berbagai konten terkait Bajaj baik itu yang diterbitkan oleh pihak internal maupun pihak external Bajaj,” katanya.

Sementara itu, sebagai moda transportasi yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi, pihaknya juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi driver ojek online yang ingin mendaftar sebagai mitra driver Bajaj Maxride.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada driver ojol ingin mendaftar menjadi driver Bajaj karena kami ingin membuktikan bahwa kami bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan kami inklusif dan selalu ingin bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya di setiap kesempatan,” katanya.

Regional Manager Central Java Bajaj Maxride Bayu Subollah mengatakan untuk menjaga ketertiban dan keamanan kegiatan operasional di Solo, pihaknya juga selalu membuka koordinasi dengan lima komunitas ojol lainnya dan berencana untuk mengadakan kopdar dengan sejumlah komunitas ojol setempat.

Dari sisi kesejahteraan mitra, Max Auto mencatat potensi penghasilan driver Bajaj di Kota Solo terbukti menarik.

“Berdasarkan perhitungan pendapatan periode 1-30 Desember 2025, data internal menunjukkan top 10 penghasilan driver Bajaj di Kota Solo dengan pendapatan yang kompetitif dan berkelanjutan,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026