Logo Header Antaranews Jateng

NU Peduli soroti isu lingkungan hingga penegakan norma di kalangan muda Solo

Jumat, 22 Mei 2026 14:47 WIB
Image Print
Foto bersama kegiatan NU Peduli yang diselenggarakan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Kegiatan NU Peduli yang diselenggarakan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis menyoroti sejumlah isu, mulai dari lingkungan hingga penegakan norma di kalangan muda Kota Solo.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo HM Mashuri mengatakan mengenai isu lingkungan, NU Peduli menekankan pada pengelolaan sampah di Kota Solo.

“Dalam hal ini kami akan memberikan rekomendasi dari riset kami dan kegiatan kami. Riset beberapa sudah dilakukan, kami ada ibu-ibu dari Muslimat, Fatayat yang sudah diedukasi soal bank sampah,” katanya.

Pada edukasi tersebut, dikatakannya, ada edukasi soal bagaimana mengelola sampah menjadi lebih produktif, sekaligus memilah sampah yang organik dan non-organik.

“Sekarang juga sudah mengurangi produk-produk yang berbau plastik. Kami berharap dari acara ini ada output untuk menjadikan rekomendasi kepada pemerintah bagaimana cara yang tepat pengelolaan sampah yang sampai saat ini masih mencari patern yang tepat,” katanya.

Dari sisi norma agama dan kesopanan, pada kegiatan tersebut pihaknya menyoroti soal pengunjung kafe kopi yang seringkali nongkrong hingga larut malam. Dari pemetaan yang dilakukan oleh NU, para pengunjung kafe tersebut didominasi oleh anak-anak muda.

“Saya sampaikan kepada para pengusaha untuk bagaimana ikut menjadi pengawas bagi anak-anak muda agar tidak mengarah ke hal-hal negatif yang melanggar norma-norma agama dan negara,” katanya.

Ia mengatakan potensi masalah yang mungkin timbul, di antaranya bahaya narkoba dan tindak asusila.

“Oleh karena itu, kami mohon kepada para owner kafe untuk ikut mengawasi mereka secara humanis. Ini nanti juga akan menjadi pembicaraan khusus oleh tokoh agama dan pemerintah daerah, kami cari cara bagaimana menangani permasalahan yang potensi terjadi pada anak muda,” kata Mashuri yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo ini.

Pada kesempatan itu, juga dibahas soal berzakat para pengusaha yang ada di Kota Solo. Ia berharap kegiatan NU Peduli ini akan memunculkan semangat para pengusaha untuk menyalurkan zakatnya kepada yang tepat menerimanya.

Sekretaris PCNU Kota Surakarta Ahmad Faruk mengatakan NU Peduli merupakan gerakan NU untuk masyarakat.

“Kegiatan NU Peduli pada lingkungan karena jumlah jamaah NU paling besar. PR pemerintah saat ini terkait pengelolaan sampah, dalam hal ini NU hadir,” katanya.

Ia mengatakan di tahap awal ini sasaran kegiatan baru sebatas pengelola kedai kopi. Namun ke depan akan diperluas ke kelompok usaha yang lain.

“Ke depan UMKM, namun ini perlu konsep yang lebih matang karena produk mereka kan lebih variatif, jadi limbah juga lebih banyak jenisnya,” katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026