Logo Header Antaranews Jateng

OJK kukuhkan kepala kantor Solo

Rabu, 13 Mei 2026 19:24 WIB
Image Print
Kepala OJK Solo Mohammad Mufid (kanan) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso (Kiri) pada pengukuhan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukuhkan kepala baru Kantor Solo yakni Mohammad Mufid yang menggantikan pimpinan sebelumnya Eko Hariyanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Eko sendiri mendapat amanah baru sebagai Direktur Departemen Pengendalian Kualitas dan Pengembangan Pengawasan Perbankan OJK.

Pada pengukuhan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan Kantor OJK Daerah (KOD) memiliki posisi yang sangat strategis karena bukan hanya sebagai perpanjangan tangan kebijakan pusat, tetapi juga mampu mengawasi pertumbuhan ekonomi lokal, memahami kebutuhan riil masyarakat, dan menjembatani kebijakan sektor jasa keuangan dengan potensi dan karakteristik daerah.

“KOD dituntut menjadi orkestrator sinergi pentahelix mencakup pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, UMKM, akademisi, asosiasi, komunitas dan masyarakat luas guna mewujudkan pertumbuhan sektor jasa keuangan dapat menjadi akselerator pertumbuhan, bukan sekadar penyedia layanan keuangan,” kata Adi.

Dalam pengembangan inovasi keuangan digital terhadap bankability UMKM, dikatakannya, banyak UMKM daerah yang memiliki arus kas yang baik, pasar yang jelas, dan produk yang kompetitif, namun belum memiliki pencatatan keuangan, riwayat transaksi, atau dokumen usaha yang memadai.

“Sebagai upaya implementasi pengembangan digitalisasi UMKM, proses kerja dan pemanfaatan credit scoring berbasis data alternative atau Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) serta layanan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) dapat menjadi booster UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan yang lebih layak,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan peran OJK sangat strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan, serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui digitalisasi.

“Di era perkembangan ekonomi digital saat ini, tantangan sektor jasa keuangan semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi sangat penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara sehat dan berkeadilan,” katanya.

Ia juga menyambut baik berbagai langkah dan program OJK dalam meningkatkan edukasi keuangan masyarakat, mendukung UMKM naik kelas, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami berharap ke depan OJK Solo dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, sebagai kepala baru Mohammad Mufid mengatakan dalam waktu dekat ini akan berkomunikasi dengan mitra kerja, terutama Wali Kota Surakarta dan pemerintah daerah di Solo Raya untuk berdiskusi soal program daerah.

“Apa program yang bisa kami bantu untuk mendukung UMKM, untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan sampai dengan saat ini literasi keuangan di Indonesia masih 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan lebih tinggi, yakni 80,51 persen.

“Seharusnya literasi lebih tinggi dibandingkan inklusi. Kalau literasi lebih rendah ada potensi masalah karena masyarakat belum paham, sudah menggunakan produk, ya kalau berizin, kan banyak juga yang nggak berizin. Jadi PR kami adalah mendorong literasi keuangan,” katanya.

Ia mengatakan ditargetkan tingkat literasi dan inklusi keuangan bisa mencapai angka 95 persen.

“Artinya seluruh masyarakat Indonesia melek keuangan. Ibaratnya kita ini kan pasti butuh uang, darah perekonomian. Kalau kita tidak bisa mengelola keuangan akan merugikan,” katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026