Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang mengoptimalkan fungsi desa tangguh bencana cegah bencana

Kamis, 8 Januari 2026 13:06 WIB
Image Print
Kesiapan petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang dalam upaya pencegahan bencana di Batang, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengoptimalkan tugas dan fungsi desa tangguh bencana (destana) dalam mencegah bencana seiring dengan peningkatan intensitas hujan yang melanda di wilayah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah di Batang, Kamis, mengatakan pemerintah daerah telah mengeluarkan surat keputusan tentang status siaga sehingga semua pemangku kepentingan agar meningkatkan koordinasi dan memantau secara rutin di wilayah masing-masing.

"Kami mendorong masing-masing kecamatan maupun desa mendirikan posko agar apabila terjadi sesuatu bisa dikomunikasikan dan secepatnya mendapatkan penanganan," katanya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini Kabupaten Batang memasuki puncak musim hujan di bagian tengah dan selatan, sedangkan bagian utara pada Februari 2026.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat yang berada di bagian wilayah selatan (bagian atas) untuk meningkatkan kewaspadaan saat turun hujan," katanya.

Ia meminta pemerintah desa siaga dan sering mengontrol wilayah yang berpotensi longsor.

"Kami minta (kepala desa) segera mengevakuasi warga saat turun hujan. Jangan sampai terjadi korban karena baru melakukan evakuasi setelah terjadi longsor," katanya.

Terkait dengan fenomena hujan es pada Rabu (7/1) di Kecamatan Kandeman, ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut bisa terjadi di mana saja saat hujan deras.

"Fenomena itu karena terjadi awan Cb/Cu yang menjulang tinggi sehingga terbentuk hujan es. Akan tetapi, fenomena hujan es yang terjadi di Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman itu hal yang biasa dan tidak membahayakan," katanya.



Baca juga: Pemkab Batang wujudkan tari Babalu menjadi identitas budaya nasional



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026