Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Jangan ada praktik penyalahgunaan beras di Banyumas

Rabu, 23 Juli 2025 21:49 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan dalam acara Penyaluran Bantuan Pangan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Banyumas Tahun 2025 dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Alokasi Juni-Juli 2025 di Aula Balai Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (23/7/2025) siang ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengharapkan praktik penyalahgunaan beras tidak terjadi di wilayah itu karena akan berdampak terhadap harga beras di tengah peningkatan produksi pangan nasional.

Ditemui usai Penyaluran Bantuan Pangan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Banyumas Tahun 2025 dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Alokasi Juni-Juli 2025 di Aula Balai Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Rabu siang, bupati mengakui harga beras di pasaran sempat mengalami kenaikan akibat praktik pengoplosan beras premium dengan beras medium.

“Kemarin harga beras sempat tinggi karena beras premium dioplos dengan medium. Tapi setelah ada tindakan dari pemerintah pusat, sekarang mulai normal lagi," katanya didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan-KP) Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Wibowo.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan dinas terkait guna melakukan pengawasan untuk mengantisipasi gejolak harga dan penyalahgunaan distribusi pangan.

“Kalau sampai melonjak, biasanya kami kolaborasi dengan Bulog untuk operasi pasar. Pengawasan juga terus dilakukan agar distribusi tepat sasaran," katanya menegaskan.

Bupati mengatakan produksi padi di Banyumas saat ini terbilang cukup tinggi, dan ke depan akan terus didorong agar dapat memenuhi kebutuhan lokal secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinpertan-KP Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Wibowo mengatakan kondisi ketahanan pangan di Banyumas secara umum tergolong aman dan surplus, khususnya untuk beras.

Menurut dia, hal itu diketahui dari target surplus beras tahun 2024 yang sebesar 475 ribu ton dapat tercapai.

"Kami optimistis surplus beras tahun ini bisa lebih tinggi dengan adanya perbaikan irigasi, sehingga petani yang sebelumnya hanya menanam dua kali setahun diharapkan bisa meningkat menjadi tiga kali," katanya.

Terkait pengawasan distribusi beras, Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan Bulog Banyumas bersama Satgas Pangan Kepolisian Resor (Polresta) Banyumas secara rutin melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional.

"Kami cek kondisi harga dan stok beras di pasar, serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi penyalahgunaan," katanya menjelaskan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026