Logo Header Antaranews Jateng

AS Bangun Pagar Beton di Laut

Rabu, 8 Februari 2012 13:21 WIB
Image Print

Pagar baru di laut itu direncanakan dibuat dengan biaya 4,3 juta dolar AS di tempat perbatasan AS-Meksiko memasuki samudra di antara San Diego dan pusat industri Tijuana di Meksiko barat-laut.

"Pagar selancar" baru tersebut adalah penghalang baja-dan-beton setinggi 18 kaki yang menggantikan garis pos yang keropos dan tak memadai.

"Itu berantakan, itu sudah tak terikat, itu kelihatan seperti rangkaian gigi yang jelek," kata juru bicara badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Ralph DeSio.

"Ini akan jauh lebih indah buat daerah itu, tapi itu juga memperkuat kemampuan kita untuk mencegah upaya penyelundupan berbahaya itu di sepanjang garis pantai," kata DeSio sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu siang.

Pemerintah federal dalam beberapa tahun belakangan telah menambah pagar dan petugas Patroli Perbatasan di sepanjang perbatasan AS barat-daya dengan Meksiko dalam upaya menghentikan pendatang gelap dan penyelundup narkotika menyeberang ke dalam wilayah Amerika Serikat.

Kongres AS juga memandatkan pembangunan pagar sepanjang 1.040 kilometer lagi di sepanjang 3.200 kilometer perbatasan negeri itu.

Upaya baru-baru ini untuk menyusup ke bagian utara negeri tersebut melalui laut ke Imperial Beach, sebelah selatan San Diego, telah melibatkan dua penyelundup marijuana pada 2009. Barang haram itu dimasukkan ke dalam papan selancar. Dua lagi pendatang gelap yang menggunakan scooter bawah air ditangkap pada Februari tahun lalu.

Pendatang gelap juga telah menggunakan laut untuk berenang melewati penghalang yang ada ke Border Field State Park di Southern California. Satu orang tenggelam hingga tewas saat ia berusaha melakukan perjalanan pada November lalu.

Upaya peningkatan tersebut dilakukan saat penyelundup juga meningkatkan upaya mereka dengan menggunakan perahu penangkap ikan untuk membawa pendatang gelap dan berton-ton marijuana ke pantai Los Angeles serta Santa Barbara.

Telah ada 14 peristiwa di kedua negara bagian tersebut sejak Oktober lalu.

Agar bisa lebih tahan terhadap gempuran ombak Pasifik, penghalang baru itu --yang direncanakan selesai pada Maret-- dilapisi dengan pelindung bagian dalam dan luar dan diisi dengan beton. Penghalang tersebut diperkirakan bisa bertahan selama 30 tahun, kata DeSio.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026