
Pemkab Batang alokasikan Rp2,9 miliar untuk rehab 156 RTLH

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran senilai Rp2,9 miliar untuk merehabilitasi 156 rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah setempat.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan program rumah tidak layak huni 2025.
"Alokasi dana ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi hunian tidak layak huni milik warga," katanya.
Menurut dia, besaran bantuan yang diterima setiap penerima pada program rumah tidak layak huni juga mengalami peningkatan signifikan dibanding bantuan tahun sebelumnya.
Bantuan program rumah tidak layak huni pada tahun sebelumnya, kata dia, sebesar Rp12,5 juta per unit tetapi pada 2025 naik menjadi Rp18,5 juta per unit.
"Kenaikan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni ini diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih optimal dalam merenovasi rumah itu," katanya.
Faiz Kurniawan mengatakan berdasarkan data masih terdapat sekitar 16 ribu unit rumah tidak layak huni yang tersebar di daerah setempat.
Pemkab, kata dia, menargetkan perbaikan minimal 100 unit rumah tidak layak huni pada setiap tahunnya.
"Selain itu, warga yang mendapatkan program RTLH ini diprioritaskan pemilik rumah yang memiliki anak-anak balita. Fokus ini karena kondisi rumah yang tidak layak huni dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting pada anak-anak balita," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng perbaiki 17.325 unit RTLH selama 2024
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
