Logo Header Antaranews Jateng

Bulog: Stok beras di Solo Raya masih aman di 15.000 ton

Jumat, 29 September 2023 16:23 WIB
Image Print
Kepala Perum Bulog Surakarta Andy Nugroho. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.

Solo, Jawa Tengah (ANTARA) - Perum Bulog Surakarta menyebutkan stok beras di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, saat ini mencapai 15.000 ton atau masih aman untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam rangka mengendalikan harga beras di pasaran yang cukup tinggi.

"Stok beras di gudang Bulog di wilayah Solo Raya masih aman yakni mencapai 15.000 ton yang berarti cukup hingga awal 2024 saat musim panen tiba," kata Kepala Perum Bulog Kota Surakarta Andy Nugroho di Solo, Jateng, Jumat.

Menurut dia, Bulog Surakarta melakukan pengadaan pangan yang hingga September 2023 mencapai 30.000 ton setara beras dan sebagian dibagikan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Solo Raya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Bulog juga memiliki stan jualan secara langsung ke warga untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bisa dibeli oleh warga seharga Rp10.200 per kilogram atau Rp51.000 per 5 kg dengan kualitas medium.

Andy menambahkan bantuan pangan untuk wilayah Solo Raya mencapai 5.338 ton per bulan.

"Bulog sudah menyelesaikan bulan September ini. Sedangkan, bulan Oktober dan November, di Solo Raya masing-masing juga sebanyak 5.338 ton per bulan, sehingga total tiga bulan 16.014 ton untuk KPM," katanya.

Wakil Kepala Perum Bulog Surakarta Andrew R Shahab mengatakan bantuan pangan sudah menyelesaikan alokasi September dan untuk alokasi Oktober, akan dilakukan pada pekan kedua.

"Bantuan beras di Solo Raya yang diperuntukkan bagi 533.828 KPM ini diharapkan bisa menekan harga beras yang cukup tinggi mencapai Rp14.000 per kg beras kualitas premium," katanya.

Ia mengatakan dalam kegiatan operasi pasar di pasar-pasar tradisional, Bulog menjual beras kualitas medium maksimal Rp10.900 per kg.

"Bulog melakukan hal tersebut sejak awal tahun dengan melakukan distribusi ke pengecer di pasar dan operasi pasar dengan total sebanyak 16.500 ton, untuk menekan harga beras," ujarnya.

Baca juga: Mendag: Pemerintah terus berupaya stabilkan harga beras



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026