
Kudus usulkan anggaran pasar murah Rp5,28 miliar

Kudus (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan kebutuhan anggaran untuk menggelar pasar murah di semua desa sebesar Rp5,28 miliar sebagai upaya pengendalian inflasi.
"Usulan anggaran sebesar itu, nantinya digunakan untuk menyubsidi sejumlah komoditas sehingga masyarakat hanya membayar separuh harga," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Minan di Kudus, Jateng, Selasa.
Komoditas yang dijual, kata dia, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, susu, sayuran, hingga elpiji.
Untuk memudahkan masyarakat, maka komoditasnya dijual dalam bentuk paket yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, bawang merah 1 kg, bawang putih 0,5 kg ditambah susu kemasan dan sayuran.
Nilai paket sembako tersebut, kata dia, sebesar Rp200 ribu, namun karena mendapatkan subsidi 50 persen, maka harganya nanti hanya Rp100 ribu per paket.
Untuk pemerataan, maka masing-masing desa akan mendapatkan alokasi 200 paket dengan sasaran warga miskin atau kurang mampu.
Karena pelaksanaan pasar murah berbarengan dengan pasar rakyat, maka pelaksanaannya akan dipusatkan di masing-masing kecamatan.
"Nantinya, kami akan mendapatkan satu gerai tersendiri. Sedangkan, masyarakat yang hendak membeli paket sembako murah tentunya akan dijadwal agar tidak terjadi kerumunan," ujarnya.
Pelaksanaannya, imbuh dia, masih menunggu anggaran yang bersumber dari dana insentif daerah (DID) itu masuk ke dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) serta menunggu peraturan bupati terkait perubahan APBD 2022. Sedangkan, pelaksanaannya diperkirakan pada November 2022.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
